Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Siswa Madrasah Raih Emas Kompetisi Robot Internasional

Senin 16 Sep 2019 03:11 WIB

Rep: Muhyidin/ Red: Yudha Manggala P Putra

Abizard Rahadiyan Wahyudi dan Ammarsatya dari MAN 1 Yogyakarta  yang berhasil meraih medali emas di International Robotic Competition yang  digelar International Islamic University Malaysia (IIUM).

Abizard Rahadiyan Wahyudi dan Ammarsatya dari MAN 1 Yogyakarta yang berhasil meraih medali emas di International Robotic Competition yang digelar International Islamic University Malaysia (IIUM).

Foto: dok kemenag DIY
Dua siswa MAN 1 Yogyakarta raih emas di International Robot Competition di Malaysia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dua siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Yogyakarta, Abizard Rahadiyan Wahyudi dan Ammarsatya Esza berhasil meraih emas dalam International Robotic Competition yang digelar oleh International Islamic University Malaysia (IIUM). Dengan prestasinya ini, Abizard dan Ammarsatya berhasil mengharumkan pendidikan Islam Indonesia di dunia Internasional.

“Alhamdulillah Abizard dan Ammarsatya berhasil mengharumkan MAN 1 Yogyakarta, Kanwil Kemenag DIY, dan madrasah Indonesia pada umum. Semoga bisa menjadi jalan kesuksesan untuk siswa yang telah berprestasi tersebut,” ujar Kepala MAN 1 Yogyakarta, Wiranto Prasetyahadi dalam siaran pers Kementerian Agama, Ahad (15/9).

Menurut Wiranto, prestasi siswa madrasah itu menjadi bukti bahwa siswa madrasah bisa berprestasi di ajang Internasional, bersaing dengan sekolah umum bahkan sekolah dari negara lain. "Siswa madrasah harus tampil penuh percaya diri karena sudah banyak yang dapat membuktikannya, berprestasi akademik dan non akademik,” ucapnya.

Ada delapan kategori yang dilombakan pada International Robotic Competition di Malaysia. Abizard dan Ammarsatya meraih emas pada cabang kreatif. Selain creative, cabang lainnya adalah soccer robot, autonomous sumo, mini combat, trashure hunt, time rush, rove, dan drone.

Menurut Abizard, robot yang diikutkan lomba tersebut adalah automated egg sorter, based on convegor and light sensor atau robot yang mensortir telor secara otomatis berbasis cahaya. “Melalui robot ini, akan memudahkan dalam memilah dan membedakan antara telur segar dan telur busuk,” ucapnya.

Siswa kelahiran 3 Mei 2003 itu menjelaskan, ide kreatif didapatkan ketika ia berkunjung di salah satu peternakan ayam petelur. Saat itu, ia melihat cara memilah telur ayam yang berjumlah banyak dengan cara yang sederhana, yaitu air atau dengan diterawang satu persatu dengan cahaya.

“Belajar dari kesulitan tersebut, kami lantas mempunyai gagasan dan ide bagaimana cara membantu para peternak agar mempermudah memilah dan membedakan telur yang masih segar dan telur yang sudah busuk,” katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA