Monday, 5 Zulhijjah 1443 / 04 July 2022

Pesona Kompleks Masjid Kalan Bukhara

Ahad 15 Sep 2019 19:50 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tedjomukti/ Red: Agung Sasongko

Masjid Kalan

Masjid Kalan

Foto: ne.jp
Kompleks Masjid Kalan merupakan bangunan yang sudah ada sejak abad ke-16

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jika mengunjungi Kota Bukhara di Uzbekistan, wisatawan akan menyaksikan sejumlah bangunan bersejarah. Salah satunya adalah Kompleks Masjid Kalan. Ini merupakan bangunan yang sudah ada sejak abad ke-16. Letaknya di Khanate, Bukhara. Luas bangunan ini sama dengan Masjid Bibi-Khanym di Samarkand.

Atapnya mengelilingi masjid dengan 288 kubah bertumpu pada 208 pilar. Pintu gerbang menghadap halaman untuk masuk ke ruang shalat utama. Area dalam masjid tak ber atap. Sinar mentari akan menerangi area sekitar sehingga udara dapat mudah datang dan pergi.

Masjid tersebut dikelilingi oleh kubah keramik biru besar. Pada tahun 1127, penguasa Karakhanid Arslan-khan menyelesaikan pembangunan masjid lengkap dengan menara yang berdiri menantang langit. Keagungan bangunan itu begitu memukau Jenghis Khan. Dia secara keliru percaya bahwa masjid itu adalah istana khan
Namun, bangunan masjid tak luput dari lahapan api dan selama bertahun-tahun setelah kebakaran, konstruksinya menjadi puingpuing. Bangunan yang tetap utuh hanya menara Kalan. Menara ini dapat dilihat dari kejauhan. Ia juga dikenal sebagai menara Kematian karena selama berabad-abad penjahat dieksekusi dengan dilemparkan dari atas.

Menara adalah bagian paling terkenal dari kompleks, yang mendominasi pusat sejarah kota dalam bentuk pilar vertikal besar. Peran menara sebagian besar untuk tujuan tradisional dan dekoratif. Menara ini digu na kan untuk memberikan titik pandang dari mana muazin dapat menyerukan panggilan shalat.

Arsitek Bako, merancang bangunan tersebut dalam bentuk menara bata pilar melingkar, menyempit ke atas, dengan diameter sembilan meter (29,53 kaki) di bagian bawah, enam meter (19,69 kaki) di atas kepala, dan 45,6 meter (149,61) kaki tinggi. Ada tangga spiral bata yang berputar di sekitar pilar yang menghubungkan bagian bawah dan atas menara.

Madrasah Miri Arab Madrasah Miri Arab dibangun untuk menghormati Syekh Abdullah Yamani dari Yaman. Dia dianggap sebagai guru spiritual Ubaidullah khan dan putranya Abdul Aziz khan. Ubaidullah khan berperang dan sukses melawan Iran.

Pada 1630-an, para penguasa tidak lagi mendirikan makam yang indah untuk diri mereka dan kerabat. Khan dari Dinasti Shaibanid adalah pembawa standar tradisi Alquran. Arti penting agama begitu besar sehingga khan terkenal seperti Ubaidullah dimakamkan di sebelah mentornya di madrasahnya.

Gerbang Madrasah Miri Arab terletak di satu poros dengan gerbang Masjid Kalan. Namun, karena beberapa penurunan alunalun ke timur, perlu untuk menaikkan fondasi bangunan madrasah.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA