Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Optimalkan Keagenan, Pegadaian Gandeng Bank Mandiri

Ahad 15 Sep 2019 13:03 WIB

Rep: Lida puspaningtyas/ Red: Friska Yolanda

Pegadaian (ilustrasi)

Pegadaian (ilustrasi)

Foto: Republika/ Wihdan
Kerja sama Pegadaian dan Mandiri untuk meningkatkan penjualan dan pemasaran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pegadaian (persero) meningkatkan penjualan dan pemasaran produk melalui program sinergi bisnis. Kali ini, Pegadaian membangun sinergi dengan PT Bank Mandiri Tbk melalui agen Pegadaian dan agen Mandiri yang dimiliki masing-masing perseroan.

Sinergi kedua perseroan ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama dan nota kesepahaman antara Pegadaian dengan Bank Mandiri oleh Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto dan Direktur Corporate Banking Mandiri Royke Tumilaar. Kuswiyoto mengatakan penandatanganan kerja sama ini bertujuan untuk saling mendukung kegiatan bisnis masing-masing.

Baca Juga

"Sehingga lebih optimal agar volume penjualan dan pemasaran produk terus meningkat lewat keagenan kedua pihak," katanya di acara Penandatangan Kerja Sama Pegadaian dan Mandiri, di Denpasar, Bali (13/9) dilansir siaran persnya.

Kuswiyoto mengatakan kerja sama antara Pegadaian dan Mandiri meliputi ruang lingkup dalam pemanfaatan produk, layanan, dan pengembangan jaringan untuk jasa serta produk unggulan. Kerja sama tersebut juga didukung masing-masing perusahaan terafiliasi dengan anak-anak usaha.

Dijelaskan bahwa kegiatan penandatanganan perjanjian kerja sama dan nota kesepahaman ini meliputi tiga skema yaitu, kerja sama dalam agen Laku Pandai Bank Mandiri dan agen Pegadaian. Kemudian MCM Auto Insert untuk operasional Pegadaian, dan peningkatan limit fasilitas kredit perseroan sebesar Rp 2 triliun di Bank Mandiri.

"Dengan kerja sama ini, sumber daya Pegadaian maupun Bank Mandiri dapat dioptimalkan, sehingga terwujud 'One Family, One Nation, One Vision to Excellence'," katanya

Sementara itu, tercatat hingga Juni 2019 jumlah agen Pegadaian mengalami peningkatan mencapai jumlah lebih dari 8.200 jiwa. Sedangkan untuk jumlah BOP/Sales Force juga mengalami peningkatan tercatat lebih dari 2.200 jiwa.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA