Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Pengembang: Ekosistem Mobil Listrik Segera Diperhatikan

Ahad 15 Sep 2019 11:05 WIB

Red: Nora Azizah

Perpres mobil listrik

Perpres mobil listrik

Foto: Tim Infografis Republika
Ekosistem dari hulu sampai hilir untuk mobil listrik diharapkan bisa segera dibentuk.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mobil listrik kian gencar diperkenalkan di Indonesia. Namun, ekosistem penunjang teknologi mobil hybrid dirasa belum menunjang teknologi tersebut.

Baca Juga

Ketua Tim Pengembang Mobil Listrik Nasional, Agus Purwadi mengharapkan ekosistem dari hulu sampai hilir untuk mobil listrik segera diperhatikan dan dibentuk. Hal tersebut diperlukan untuk mendukung produksi massal dan penggunaan mobil listrik secara berkelanjutan.

Agus saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (14/9), mengatakan ketika teknologi mobil listrik telah dikuasai untuk kemandirian bangsa, maka produksi massal dan penggunaannya oleh publik harus didukung ekosistem yang kondusif. Jika tidak, maka akan sulit memasyarakatkan mobil listrik dalam negeri.

"Tantangan selanjutnya adalah menyiapkan ekosistemnya dari hulu sampai hilir tidak hanya sisi pembuatan kendaraannya saja seperti meliputi penyiapan atau pemilihan segmen pasar, rantai pasok komponen, industri, integrator infrastuktur, after sales sumber daya manusia," kata Agus.

Agus mengatakan, dukungan pemerintah dan lintas lembaga yang sangat diperlukan adalah menciptakan pasar atau kebutuhan awal sehingga mobil listrik bisa langsung digunakan secara publik. Oleh karena itu, kolaborasi pemangku kepentingan dan kolaborasi triple helix antara Akademisi, Bisnis dan Government (ABG) perlu diwadahi dan dikoordinasi dengan efektif di tingkat nasional.

Saat ini, sejumlah universitas dalam negeri yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus berupaya bersama menguasai dan membuat komponen kunci mobil listrik termasuk baterai.

''Sekarang sedang mengarah ke pengembangan atau penguasaan dan pembuatan komponen-komponen kunci mobil listrik seperti antara lain motor, inverter, baterai dan BMS,'' ujar Agus.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA