Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

JK: Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Perlu Disegerakan

Jumat 13 Sep 2019 14:47 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Nidia Zuraya

kereta berkecepatan tinggi

kereta berkecepatan tinggi

Foto: .
Kereta cepat akan menambah pilihan bagi warga Jakarta dan Surabaya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mendorong kereta cepat Jakarta-Surabaya segera dibangun. JK menyebut, keberadaan kereta cepat Jakarta Surabaya nantinya akan menambah pilihan bagi masyarakat Jakarta hendak menuju Surabaya atau sebaliknya.

"Kenapa tadi digambarkan mengapa kita harus membangun segera (kereta cepat) Surabaya-Jakarta agar orang dari Jakarta ke Surabaya lainnya lebih cepat," ujar JK saat memberi sambutan di Pameran Indotrans Expo 2019 di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (13/9).

JK menerangkan, meskipun sudah ada rute penerbangan Jakarta-SBY dan juga jalan tol Jakarta-Surabaya, keberadaan kereta cepat akan menambah persaingan angkutan. JK meyakini, dengan adanya persaingan antara pesawat, kereta api maupum transportasi darat lainnya membuat pelayanan akan jadi lebih baik.

Hal ini kata JK, karena semua jenis transportasi massal harus berbenah dan bersaing jika ingin menjadi pilihan masyarakat. "Bagaimana akhirnya akan terjadi lagi persaingan antara KA dan pesawat. karena kalau Surabaya Jakarta sudah lima jam, nanti 3-4 tahun ke depan, akan sama waktu yang dipakai untuk naik pesawat," ujar JK.

"Anda ke Cengkareng 1 jam, ini dengan catatan tidak macet, masukkan bagasi setengah jam, 1 jam naik pesawat 1 jam, sudah 3 jam, ambil barang 30 menit, ke rumah 30 menit, jadi panjang," ujarnya.

Hal ini tidak berbeda jika menggunakan kereta api yang tidak perlu waktu lama dan menjadi lebih nyaman. "Anda naik di Gambir, tiba di Pasar Turi, lima jam persis, sama. jadi akan terjadi persaingan sistem, bukan lagi persaingan antara Garuda dengan Lion, tapi akan terjadi persaingan antara KA dan Pesawat dan semua persaingan akan memperbaiki services," ujar JK.

Selain itu, ia juga meyakini adanya kereta cepat akan mempengaruhi orang beralih dari transportasi darat melalui jalan tol. "Jalan tol bagus untuk mobil kalau penumpangnya minimum empat orang. tapi kalau penumpangnya cuma 1 orang, dia kalah dengan KA. jadi semua nanti akan terjadi suatu pilihan yang menarik apabila kita mempunyai sistem dan sarana yang lebih baik," katanya.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA