Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

IHSG dan Rupiah Kompak Menguat

Jumat 13 Sep 2019 10:41 WIB

Red: Nidia Zuraya

Seorang mengunjung memotret layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ilustrasi

Seorang mengunjung memotret layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ilustrasi

Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Nilai tukar Rupiah menguat menjadi Rp 13.950 per dolar AS

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan dibuka menguat seiring investor menyambut baik meredanya ketegangan perang dagang. IHSG dibuka menguat 27,24 poin atau 0,43 persen menjadi 6.369,42, seadangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 7,49 poin atau 0,75 persen menjadi 1.000,11.

Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Jumat (13/9), mengatakan Bursa kawasan Asia masih menyambut baik keputusan Washington untuk membalas penundaan pengenaan tarif terhadap barang-barang impor dari China.

"Meskipun keadaan membaik, namun kami menilai masih cukup sulit untuk mencapai kesepakatan dalam waktu dekat karena banyaknya isu yang akan dibahas. Namun, paling tidak Washington dan Beijing terus berkomunikasi," katanya.

Baca Juga

Sementara itu nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat (13/9) pagi bergerak menguat sebesar 40 poin atau 0,29 persen. Rupiah menguat menjadi Rp 13.950 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp 13.990 per dolar AS

Dari dalam negeri, lanjut dia, pemerintah yang optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di atas lima persen pada 2020 mendatang juga direspons positif investor. Optimisme itu berbeda dengan yang diprediksikan oleh Bank Dunia pertumbuhan ekonomi hanya 4,9 persen pada 2020.

"Pemerintah beralasan bahwa pertumbuhan ekonomi bisa mencapai di atas lima persen karena fundamental ekonomi yang lebih baik dan dukungan reformasi struktural antara lain berupa kemudahan berusaha dengan cara pembebasan lahan, penyederhanaan dan percepatan perizinan serta memberikan insentif fiskal untuk mendorong investasi," katanya.

Kendati demikian, ia mengatakan bahwa pernyataan Presiden AS Donald Trump yang kembali menyerang atas kebijakan the Fed diperkirakan dapat mengganggu sikap pelaku pasar global dalam mengambil keputusan, termasuk pelaku pasar di BEI yang akhirnya ikut mencari posisi aman untuk portofolionya.

"Trump kembali melanjutkan serangan verbal terhadap The Fed dengan tuduhan melambatkan perekonomian. Sentimen itu dapat menimbulkan tekanan dan bahkan potensi koreksi IHSG," katanya.

Sementara itu, bursa regional antara lain indeks Nikkei menguat 194,67 poin (0,89 persen) ke 21,954,27, indeks Hang Seng menguat 75,21 poin (0,28 persen) ke 27.162,85, dan indeks Straits Times menguat 7,18 poin (0,22 persen) ke posisi 3.202,14.





sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA