Sunday, 11 Jumadil Akhir 1442 / 24 January 2021

Sunday, 11 Jumadil Akhir 1442 / 24 January 2021

Bersatu dalam Akhirat, Hal yang Didambakan Habibie

Jumat 13 Sep 2019 08:02 WIB

Red: Budi Raharjo

Seorang petugas membawa foto Presiden Ketiga RI BJ Habibie pelataran Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Kamis (12/9).

Seorang petugas membawa foto Presiden Ketiga RI BJ Habibie pelataran Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Kamis (12/9).

Foto: Yogi Ardhi/Republika
Ayah dan ibu memang tak pernah mau dipisahkan, termasuk dalam soal pemakaman.

REPUBLIKA.CO.ID,

Oleh Bambang Noroyono, Rizkyan Adiyudha


Presiden BJ Habibie dimakamkan di sebelah pusara istrinya, Hasri Ainun Besari, di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Wafatnya Habibie memang menjadi duka bagi semua. Namun, kata putra sulungnya, Ilham Akbar, makam ayahnya bersebelahan dengan sang istri menjadi penenteram rasa kehilangan.

"Ini (memakamkan bersebelahan) adalah satu hal yang menenangkan kita dalam duka ini. Mereka (Ainun dan Habibie) bisa bersatu. Bersatu dalam akhirat, sesuatu hal yang didamba-dambakan oleh Bapak semenjak Ibu wafat," kata Ilham ketika menyampaikan sambutan keluarga saat pemakaman Habibie di TMP Kalibata, Jakarta Selatan (Jaksel), Kamis (12/9).

Habibie tutup usia pada Rabu (11/9) petang karena sakit dan menua. Usianya sudah 83 tahun. Sedangkan, Ainun sudah telebih dulu meninggal dunia pada 2010 lalu. Ilham mengatakan, ayah dan ibunya memang tak pernah mau dipisahkan, termasuk dalam soal pemakaman.

Ilham menyebut, setelah Ainun meninggal sembilan tahun lalu, Habibie benar-benar merasa kehilangan. Habibie mengisi rasa kehilangan itu dengan mengirimkan doa dan bertahlil setiap hari dan mengunjungi pusara Ainun setiap pekannya.
"Bayangkan, Bapak itu tiap hari, tiap hari tahlilan. Setiap Jumat ke makam (Ainun) untuk berdoa," ujar Ilham.  Begitu setia kepada Aiunun, kata Ilham, sampai Habibie hanya menginginkan untuk dimakamkan di sebelah pusara istrinya.

Keinginan tersebut, Ilham menyebut, menjadi kewajiban untuk diwujudkan. "Begitu setia Bapak dan sampai sekarang pun dikuburkan di sebelahnya (Ainun)," kata Ilham.

Ia berdoa dengan memakamkan Habibie di sebelah pusara Ainun dapat menuntaskan keinginan terakhir almarhum. "Insya Allah, mudah-mudahan mereka (Ainun dan Habibie) untuk selamanya berdua di sisi Allah SWT, di surga, di akhirat, di alam baka," kata Ilham.

Ilham menuturkan, ayahnya meninggal dengan penuh cinta dari keluarga, saudara, teman, serta kerabat lainnya. "Bapak punya jejak dan wasiat tidak hanya di Indonesia, tapi juga di negara-negara lain. Mari kita belajar dari semangat Habibie, yang saya gambarkan, biarpun Bapak mau wafat, dia minta kami tetap bersatu dalam situasi apa pun dan kebersatuan ini saya kira bisa diterapkan di Indonesia karena kita semua adalah keluarga," kata Ilham.

Ilham menekankan, semangat persatuan itu harus diterapkan untuk mewujudkan cita-cita bangsa, negara, umat, dan dunia. Ia juga menekankan kembali bagaimana Habibie juga berhasil mempersatukan Islam dengan demokrasi.

Putra sulung Habibie itu mengatakan, selain pengembangan teknologi dan industri, ayahnya tak pernah berhenti memajukan peradaban Islam dan demokrasi untuk kemajuan Indonesia. Bapak pula memperjuangkan Islam dan demokrasi di Indonesia. "Agar ditunjukkan kepada dunia ini bahwa keduanya (Islam dan demokrasi) kompatibel," ujar Ilham.

photo
Sebuah pesawat kertas diletakkan di pusara makam presiden ketiga RI BJ Habibie di TMP Kalibata, Jakarta, Kamis (12/9).

Menengok segudang kiprah nasional Habibie, selain di pucuk pemerintahan, ia memang dekat dengan semangat mengelaborasi keislaman dan demokrasi di Indonesia. Peran Habibie ini tergambar saat ia mendirikan Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) sebagai lembaga pemikir dari kalangan Islam di Tanah Air pada 1990.

Dalam pembangunan demokrasi, Habibie pun diakui sebagai pemimpin nasional yang membuka seluas-luasnya sistem bernegara dengan memberikan kebebasan pers dan multipartai dalam pemilihan umum (pemilu).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidatonya pada pemakaman Habibie juga menceritakan kembali jasa-jasa beliau selama masa kepemimpinannya. "Kita juga tidak akan pernah lupa jasa beliau ketika jadi presiden. Almar hum dengan cepat telah meletakkan fondasi demokrasi Indonesia yang kita turut nikmati saat ini," ujar Jokowi di TMP Kalibata.

Menurut Presiden, almarhum selalu mengingatkan generasi berikutnya agar menjadi manusia terbaik yang berhati Indonesia. Selain itu, ia juga sering mengingatkan pentingnya pembangunan sumber daya manusia Indone sia dengan agama, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.

"Saya mengajak seluruh rakyat untuk mengucapkan terima kasih dan memberi penghormatan yang tinggi atas darma bakti almarhum. Saya mengajak untuk mendoakan almarhum, semoga almarhum diterima dan diberikan tempat terbaik di sisi Allah dan khusnul khatimah," ujar Jokowi.

Jokowi menyampaikan, sejak kecil, Habibie dikenal sebagai sosok yang visioner. "Tidak hanya berpikir apa yang terjadi di Indonesia saat ini, satu atau dua tahun mendatang, tapi sudah berpikir dan bekerja untuk membangun Indonesia untuk 50-100 tahun ke depan untuk Indonesia bisa lepas landas." (dessy suciati saputri ed:fitriyan zamzami)

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA