Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

PwC dan Stakeholder Ingatkan Pentingnya Manajemen Kredit

Jumat 13 Sep 2019 01:08 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Diskusi NPL Management Forum di Gedung WTC 3, Jakarta, Jumat (12/9).

Diskusi NPL Management Forum di Gedung WTC 3, Jakarta, Jumat (12/9).

Foto: Dok. Istmredit,
Risiko kredit macet /Non Performing Loan (NPL) harus bisa ditekan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia berdampak positif terhadap bisnis usaha consumer. Ini dianggap mengakibatkan tingginya perkembangan retail lending. Peningkatan volume kredit tersebut harus diantisipasi dengan manajemen risiko dan kualitas portfolio yang baik

Hal tersebut demi meminimalkan risiko kredit macet /Non Performing Loan (NPL) yang akan mengganggu likuiditas perusahaan dan pada akhirnya berdampak terhadap perekonomian nasional.

Melihat fenomena tersebut, M.B.A Consulting Indonesia bekerjasama dengan PwC Indonesia dan Black Pine Executive Consulting menyelenggarakan event yang bertajuk NPL Management Forum di Gedung WTC 3, Jakarta, Jumat (12/9).

Forum ini diharapkan bisa memberikan informasi yang komprehensif mengenai faktor faktor yang terkait NPL Management, termasuk tata kelola penagihan baik di level lokal maupun level global, peraturan terkait, tata kelola resiko, studi kasus, dan prospek bisnis.

President Director M.B.A Consulting Indonesia Wihantoko mengatakan, forum ini adalah yang pertama kali diselenggarakan. Para top management dari berbagai institusi keuangan berkomunikasi dan berbagi pengalaman tata kelola kredit macet (NPL) ,dan tata kelola penagihan.

“Pembentukan tata kelola penagihan piutang yang baik adalah sebuah proses. Kami memiliki pengetahuan dan pengalaman , dan akan berkontribusi didalam proses tersebut. Dimana didalamnya harus diakomodasi aspek hukum, kode etik, dan juga azas perlindungan konsumen," ujar dia.

Wihantoko menegaskan, tata kelola ini juga adalah sebagai langkah antisipasi di tengah isi mengenai maraknya penagihan yang dilakukan di luar batas yang sempat ramai diberitakan sejumlah media. Untuk itu, ia yakin forum ini adalah ajang komunikasi dalam bersama sama mencari solusi.

Pihaknya berencana menyelenggarakan event seperti ini secara rutin dengan melibatkan institusi-institusi yang berkepentingan. Menurut dia, pentin melakukan diskusi dan mencari solusi atas hal-hal yang berdampak besar terhadap kondisi perekonomian nasional.

"Kami mengharapkan forum ini menjadi langkah awal para pelaku pasar keuangan di Indonesia untuk bisa memperbaiki tata kelola penagihan yang mengacu kepada edukasi dan perlindungan konsumen," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA