Monday, 15 Zulqaidah 1441 / 06 July 2020

Monday, 15 Zulqaidah 1441 / 06 July 2020

Gawat! 1.000 Karyawan Amazon Bakal Demo Pekan Depan

Jumat 13 Sep 2019 09:49 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Gawat! 1.000 Karyawan Amazon Bakal Demo Minggu Depan. (FOTO: Reuters/Mike Segar)

Gawat! 1.000 Karyawan Amazon Bakal Demo Minggu Depan. (FOTO: Reuters/Mike Segar)

Karyawan Amazon protes terkait lambannya respons perusahaan terhadap perubahan iklim

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -- Dari 600.000 karyawan yang dipekerjakan Amazon, hampir 1.000 darinya membentuk kelompok bernama “Karyawan Amazon untuk Keadilan Iklim”. Mereka berjanji akan melakukan protes terkait lambannya respons perusahaan terhadap perubahan iklim.

Kelompok tersebut mengunggah surat online yang menyatakan bahwa Amazon harus menjadi pemimpin dalam menghadapi masalah ini. Pasalnya, perusahaan besutan Jeff Bezos itu dinilai sebagai salah satu perusahaan terbesar dan paling kuat di dunia.

Baca Juga: Amazon Hadirkan Layanan Baru di Brasil, Saham Para Kompetitor Rontok

"Amazon adalah salah satu perusahaan paling inovatif di dunia. Kami bangga menjadi seorang pemimpin. Tetapi dalam menghadapi krisis iklim, seorang pemimpin sejati adalah orang yang mencapai nol emisi terlebih dahulu, bukan orang yang masuk pada saat-saat terakhir," kata kelompok tersebut.

Mereka kabarnya akan melakukan mogok kerja pada Jumat (20/09/2019) mendatang atau sebelum Global Climate Strike, acara internasional yang mendorong karyawan keluar dari tempat kerja untuk meningkatkan kesadaran soal perubahan iklim.

Baca Juga: Waduh! Amazon Dilaporkan ke Meja Hijau, Harus Bayar Denda Senilai....

Pihak perusahaan telah angkat suara tentang kabar demo tersebut. Amazon mengatakan mengurangi perubahan iklim buatan manusia adalah komitmen penting. Perusahaan mengatakan mereka telah memiliki tim keberlanjutan yang bekerja pada inisiatif untuk mengurangi dampak lingkungannya.

"Selama dekade terakhir melalui program pengemasan berkelanjutan kami, kami telah menghilangkan lebih dari 244.000 ton bahan kemasan dan menghindari 500 juta kotak pengiriman," kata Amazon dalam pernyataannya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA