Tuesday, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Tuesday, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Jangkau 7 Bali Baru, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 2,48 T

Kamis 12 Sep 2019 13:37 WIB

Red: Nidia Zuraya

Penyaluran kredit usaha rakyat (KUR)

Penyaluran kredit usaha rakyat (KUR)

Foto: republika/mardiyah
KUR digelontorkan kepada 3.114 UMKM

REPUBLIKA.CO.ID, BADUNG – Bank Mandiri menyatakan bakal mengunggulkan bisnis penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di sektor pariwisata. Kurun waktu Januari-Agustus 2019, penyaluran KUR Bank Mandiri telah menjangkau tujuh destinasi prioritas dengan angka mencapai Rp 2,48 triliun.

Baca Juga

Sebaran usaha yang menjadi obyek pembiayaan KUR pariwisata Bank Mandiri meliputi usaha penyediaan akomodasi atau homestay, usaha kerajinan dan makanan oleh-oleh khas, usaha restoran, kafe dan rumah makan, serta usaha penyewaan transportasi, kendaraan roda dua hingga perahu.

Direktur Retail Banking Bank Mandiri Donsuwan Simatupang, mengatakan, keberadaan UMKM sebagai penunjang sektor pariwisata sangat strategis untuk memastikan kenyamanan wisatawan saat beraktivitas di lokasi tujuan wisata.

“Semakin banyaknya UMKM yang terlibat dalam pemenuhan kebutuhan wisatawan diharapkan akan mendorong terjadinya persaingan yang sehat serta berdampak pada peningkatan efisiensi dan kualitas layanan yang diberikan," kata Donsuwan dalam dalam Mandiri Media Training di Desa Kutuh, Badung, Bali, Kamis (11/9).

Di sisi lain, kata dia, ketersediaan dukungan optimal dari pelaku UMKM juga menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan. Donsuwan menambahkan, pembiayaan KUR Mandiri memang baru menjangkau tujuh dari 10 lokasi destinasi wisata prioritas.

Ketujuh lokasi tersebut yakni Danau Toba, Tanjung Kelayang, Kepulauan Seribu, Tanjung Lesung, Bromo Tengger, Borobudur dan Mandalika. KUR digelontorkan kepada 3.114 UMKM dengan limit per UMKM sebesar Rp 251 miliar..

Di samping dukungan pembiayaan langsung kepada UMKM, kata Donsuwan, perseroan ikut memberi pendampingan kepada UMKM dalam pengelolaan usaha untuk meningkatkan penjualan. Salah satunya, melalui pelatihan khusus untuk memperkenalkan program promosi secara digital dan pemanfaatan solusi pembayaran online.

“Contohnya adalah program pelatihan bagi kelompok-kelompok usaha di Desa Kutuh, Bali. Di sini kami menggandeng Google Business untuk memberikan materi edukasi terkait promosi produk di situs Google. Lalu untuk pembayarannya nanti bisa menggunakan alat pembayaran online Mandiri,” kata Donsuwan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA