Senin, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 Januari 2020

Senin, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 Januari 2020

Ratusan Orang Ramaikan Bursa Capim KPK

Jumat 05 Jul 2019 10:33 WIB

Rep: Sapto Andika Candra, Bambang Noroyono, Dian Fath Risalah/ Red: Karta Raharja Ucu

Capim KPK dites radikalisme.

Capim KPK dites radikalisme.

Foto: republika
Pansel Capim KPK memutuskan menutup pendaftaran administrasi pada Kamis (4/7)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ratusan orang mendaftar sebagai calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pihaknya memilih untuk tidak memperpanjang masa pendaftaran seperti yang sempat dilakukan pada periode seleksi 2015 lalu. Ketua Pansel Capim KPK, Yenti Garnasih menyebutkan, jumlah pendaftar seleksi capim KPK mencapai 348 orang, belum termasuk pendaftar melalui jalur daring hingga pukul 24.00 malam, Rabu (4/7).

Pansel Capim KPK periode 2019-2023 memutuskan menutup pendaftaran administrasi pada Kamis (4/7) pukul 16.00 WIB. Karena itu Yenti mengungkapkan pihaknya memilih untuk tidak memperpanjang masa pendaftaran seperti yang sempat dilakukan pada periode seleksi 2015 lalu.

 

"Sehingga, tidak alasan untuk memperpanjang periode pendaftaran," ujar Yenti, di sekretariat pansel capim KPK yang menempati Gedung Sekretariat Negara, Kamis (4/7).

Ia menambahkan, jumlah pendaftar yang mengumpulkan berkas pada seleksi capim KPK jilid V ini memang jauh lebih banyak ketimbang pendaftaran pada jilid IV lalu yang hanya mampu menjaring 134 orang. Saat itu pansel akhirnya memutuskan memperpanjang pendaftaran demi menjaring lebih banyak kandidat.

"Memang kami perlukan waktu untuk melihat kecukupan dari pendaftar itu. Kami harus yakinkan bahwa nanti (kandidat lolos administrasi) cukup. Nanti di akhirnya cukup," katanya.

Di antara 348 pendaftar seleksi capim KPK ini, terdapat tiga komisioner KPK yang masih aktif menjabat. Selain itu, Yenti mengungkapkan, ada 13 pegawai aktif KPK lainnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA