Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Asep Ferry Bastian Doktor Termuda di UNIS Tangerang

Rabu 11 Sep 2019 15:29 WIB

Red: Agung Sasongko

Dosen Universitas Islam Syekh Yusuf (Unis) Tangerang Asep Ferry Bastian 42 tahun

Dosen Universitas Islam Syekh Yusuf (Unis) Tangerang Asep Ferry Bastian 42 tahun

Foto: Istimewa
Asep Ferry Bastian meraih gelar doktor di usia 42 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dosen Universitas Islam Syekh Yusuf (Unis) Tangerang Asep Ferry Bastian 42 tahun berhasil menjadi doktor pria termuda di Universitas tersebut setelah mengambil penelitian Pilgub Banten. Gelar diraih setelah berhasil mempertahankan penelitian disertasi bidang ilmu manajemen di Universitas Brawijaya Kota Malang, Kamis (5/9).

Dalam sidang terbuka Ujian Akhir Disertasi (UAD) Asep Ferry Bastian turut diuji oleh  penguji eksternal yakni Prof. Firmanzah, yang merupakan mantan staf khusus presiden SBY, Guru Besar UI dan Rektor Universitas Paramadina. Kemudian juga Prof Ahmad Erani Yustika Guru besar Universitas Brawijaya sekaligus staf Khusus Presiden Joko Widodo.

Sidang terbuka yang mengambil judul marketing mix politik terhadap keputusan pemilih kepala daerah melalui persepsi nilai dan positioning sebagai variabel intervening turut disaksikan oleh Walikota Tangerang Arief R.Wismansyah, Rektor Unis Prof Mustafa Kamil, dan Pembina yayasan Unis Hudaya Latuconsina.

Asep Ferry Bastian mengatakan, penelitian dengan studi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten tahun 2017 itu bertujuan menguji dan membuktikan secara empiris pengaruh merketing mix politik terhadap keputusan memilih kepala daerah melalui persepsi nilai dan positioning sebagai variabel intervening.

"Secara teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya dan melengkapi khazanah ilmu pengetahuan di bidang manajemen terutama teori political marketing, Sehingga dapat bermanfaat bagi akademisi dan praktisi," ujarnya dalam siaran pers yang diterima, Rabu (11/9).

Penelitian berlokasi di Provinsi Banten dengan populasi penduduk yang memiliki hak suara dan tercatat di Daftar Pemilih Tetap (DPT) tahun 2017 sebanyak 7.734.485 orang dengan sampel sebanyak 664 orang. Pengambilan sampel menggunakan metode probability sampling dengan teknik cluster sampling. Pengumpulan data diperoleh melalui kuesioner.

"Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan alat analisis SEM (Struktural Equation Modeling)  dan dengan bantuan program WarpPLS 6.0," katanya.

Hasil analisis data dan pembahasan terkait marketing mix politik, persepsi nilai, positioning dan keputusan memilih pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten tahun 2017 disimpulkan bahwa marketing mix politik sesuai teori yang telah mapan dan berdasarkan penelitian sebelumnya terbukti, produk politik, promosi politik, harga politik dan tempat politik memberikan pengaruh signifikan  terhadap keputusan memilih.

"Konsep teori marketing mix politik harus dipertahankan karena berfungsi sebagai alat dalam strategi memenangkan persaingan politik," ujarnya.

Lanjutnya, konsep teori marketing mix politik dapat menjadi rujukan atau pertimbangan yang lebih rasional bagi pemilih dalam menentukan keputusan memilih.

"Pemilih akan membentuk persepsi positif terhadap kandidat politik karena faktor variabel marketing mix politik yang ditawarkan oleh kandidat politik mampu memenuhi ekspektasi calon pemilih," ujarnya.

Dikatakannya, sebagai teori yang diadaptasi dari teori pemasaran bisnis, marketing mix politik merupakan solusi manajerial untuk mengelola tim pemenangan politik.

"Kandidat politik dapat mengaplikasikan metode marketing mix politik dalam kontestasi pilkada Gubernur, juga disarankan pada kontestasi pilpres, pilkada bupati, Walikota, legislatif DPR-RI, DPD-RI dan DPRD," ucapnya.

Dalam penelitiannya, Asep yang merupakan ketua Tim Pemenangan Arief-Sachrudin pada Pilkada Kota Tangerang 2018 lalu menyarankan kepada kandidat politik di Banten agar melakukan pendekatan psikologis kepada masyarakat agar pemilih menunjukan sikap loyalitas.

"Kandidat politik perlu menawarkan tipologi kepemimpinan mengayomi, yakni pemberi rasa aman dan nyaman dari latar belakang etnis, agama dan pendidikan," kata dia.

Kemudian kandidat politik pun harus aktif melakukan sosialisasi melalui pertemuan langsung atau tatap muka dengan pemilih. Selain itu didukung juga oleh kerja optimal relawan dan tim sukses dalam berkampanye kepada masyarakat.

"Tujuannya agar tingkat elektoral tinggi dan tingkat partisipasi keterpilihan tinggi," pungkasnya.

Walikota Tangerang Arief R.Wismansyah mengucapkan selamat kepada Asep Ferry Bastian yang telah berhasil mempertahankan disertasinya. Arief berharap ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat untuk masyarakat dan pembangunan Kota Tangerang.

Sementara itu, Asep Ferry Bastian mengucapkan syukur terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung hingga akhirnya bisa menyelesaikan penelitian dan meraih gelar doktor ini.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA