Selasa, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Selasa, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Balai Benih Hortikultura Dukung Ekspor Komoditas

Rabu 11 Sep 2019 11:51 WIB

Red: Gita Amanda

Balai Benih Induk Tanaman Padi Palawija dan Hortukultura.

Balai Benih Induk Tanaman Padi Palawija dan Hortukultura.

Foto: Kementan
Kementan terus membina dan memastikan benih bermutu guna menjamin produk hortikultura

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Balai benih hortikultura atau disingkat BBH merupakan unit pelaksana teknis daerah bertugas melaksanakan operasional di bidang perbenihan. BBH berfungsi sebagai inti sari penyedia benih bermutu di bawah koordinasi pemerintah provinsi setempat. Terjaminnya ketersediaan benih bermutu dan pelayanan kepada petani setempat melatar belakangi kehadiran lembaga ini.

Kementerian Pertanian (Kementan) terus-menerus membina dan memastikan benih bermutu guna menjamin produk hortikultura sampai ke pasar ekspor. Pisang, mangga, manggis, durian, bawang merah, kunyit dan berbagai jenis tanaman hias adalah deretan komoditas hortikultura yang telah tembus ke pasar ekspor. Kualitas produk yang baik, penerapan GAP (Good Agriculture Practices) dan GHP (Good Handling Practices) merupakan syarat utama keberhasilan ekspor produk pertanian. Penggunaan benih bermutu adalah satu unsur penting dalam penerapan GAP. Untuk itu diperlukan dukungan dari BBH sebagai UPT bidang perbenihan.

“Memberdayakan BBH sebagai salah satu stakeholder erat kaitannya dalam mendukung pengembangan kawasan hortikultura berorientasi ekspor. Perbanyakan benih tanaman buah tahunan membutuhkan waktu satu tahun sebelumnya (T-1) atau (T-2),” ujar Direktur Perbenihan Hortikultura, Sukarman, seperti dalam siaran pers.

Sukarman menyatakan penyediaan benih oleh BBH pada 2019 ini difokuskan untuk mendukung kegiatan pengembangan kawasan pada 2020 - 2021. Sebanyak 34 BBH pada 2020 di seluruh provinsi melakukan perbanyakan benih batang bawah sebesar 4.808.000 batang. Output berupa benih cabai, mangga, manggis, pisang, jeruk, durian, lengkeng, aneka buah lainnya dan florikultura.

Sebanyak 1.570.000 meter persegi lahan berfungsi untuk pengembangan benih umbi. Umbi dimaksud antara lain bawang merah, bawang putih, tanaman obat dan sayuran.

“Kami menyediakan batang bawah untuk benih buah, menyediakan pohon induk buah varietas unggul serta sarana gudang untuk mendukung sentra bawang putih,” ujar Kasi Produksi Benih Hortikultura, Langgeng Muhono.

Kepala Balai Benih Hortikultura Anjongan, Kalimantan Barat, Anton Komarudin menyatakan dukungannya terhadap pengembangan kawasan hortikultura.

“Pemberdayaan BBH sangatlah tepat. Semoga dengan hal ini eksistensi BBH lebih maju dan mampu mewujudkan tersedianya benih bermutu di wilayah yang bersangkutan,” ujar Anton.

Beberapa varietas buah yang akan dikembangkan pada 2020 di antaranya jeruk siem madu, mangga arumanis, mangga gedong gincu, manggis kaligesing, pisang raja bulu, durian kromo banyumas, nenas suska kualu dan lengkeng kateki. Untuk varietas florikultura di antaranya bunga krisan, mawar, melati dan dracaena.

Untuk tahun 2021, target 34 BBH melakukan perbanyakan benih batang sebanyak 5.273.000 batang, dengan rincian mangga 409.500 batang, manggis 290 ribu batang, pisang 505 ribu batang, jeruk 1.227.000 batang, durian 575 ribu batang, lengkeng 550 ribu batang, buah lainnya 36.500 batang, cabai 200 ribu batang dan florikultura 1.480.000 batang.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA