Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Waduh! Instagram yang Digembok Masih Bisa Dihack?

Rabu 11 Sep 2019 00:07 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Waduh! Instagram yang Digembok Masih Bisa Dihack?. (FOTO: Instagram)

Waduh! Instagram yang Digembok Masih Bisa Dihack?. (FOTO: Instagram)

Buzzfeed News mengungkapkan Instagram yang digembok pun masih belum aman

Warta Ekonomi.co.id -- Anda memproteksi akun Instagram untuk menghindari penguntit yang penasaran dengan aktivitas media sosial itu? Bagaimana kalau ternyata, hal itu tak berguna? Sebab temuan baru dari Buzzfeed membeberkan beberapa hal yang Anda belum ketahui soal akun Instagram yang dikunci.

Dilansir Selasa (10/9/2019), Buzzfeed News mengungkapkan, foto dan video yang ada dalam akun pribadi Instagram dapat diakses, diunduh, dan didistribusikan secara publik. Untuk melakukannya, dibutuhkan pemahaman mendasar tentang HTML dan peramban. 

"Pengguna cukup memeriksa gambar dan video yang sedang dimuat pada halaman, kemudian tampilkan URL sumber. Kemudian, URL publik itu dapat dibagikan dengan orang-orang yang bahkan tak masuk ke akun Instagram dan tidak mengikuti pengguna pribadi tersebut," jelas Buzzfeed dalam laporannya.

Baca Juga: Nama Anaknya Dicontek, Franda Labrak Fansnya di Instagram

Menurut uji coba yang dilakukan oleh tim Buzzfeed Tech dan News Working Group, gambar (JPEG) dan video (MP4) dari laman pengguna pengguna dapat dilihat, diunduh, dan dibagikan ke publik dengan cara tersebut.

Menanggapi temuan itu, Juru Bicara Facebook berujar, "Temuan yang dijelaskan itu sama dengan mengambil tangkapan layar dari foto teman di Facebook dan Instagram, lalu dibadikan dengan orang lain. Itu tak memberi akses ke akun pribadi pengguna kepada orang sembarangan."

Baca Juga: Baru Diuji Coba, Aplikasi Instagram Versi China Sudah Dihapus dari App Store Karena Masalah....

Peretasan itu juga dapat bekerja, bahkan saat gambar dan video dalam cerita Instagram pribadi sudah hilang atau dihapus. Menautkan URL dengan konten dari ceriita tampaknya berlaku selama beberapa hari, sedangkan tautan ke foto di kronologi akan memakan waktu yang jauh lebih lama. Hal yang sama berlaku untuk cerita yang sudah menghilang.

Karena semua data tersebut disimpan oleh jaringan pengiriman konten Facebook, penyelesaiannya juga berlaku untuk konten pribadi Facebook. Jika teman atau pengikut mengambil tautan, mereka bisa saja membagikan konten itu dengan orang yang tidak dikenal pengguna pribadi itu.

Meskipun Instagram bisa melacak siapa yang melihat konten pengguna di aplikasi, Instagram tidak bisa melacak yang melihat konten Anda melalui URL publik. Dengan kata lain, jika seseorang membagikan gambar atau video tanpa izin Anda, maka Anda tak tahu siapa yang melakukannya.

Baca Juga: Pertumbuhan Bisnis Melambat, Platform Ini Kembangkan Instagram Versi China

Jelas, hal itu berbeda dari tangkapan layar dari akun pribadi yang dilakukan oleh pengikut Anda. URL publik itu berisi beberapa informasi dasar tentang foto atau video yang mereka tautkan, termasuk cara pengunggahan, dimensi foto, dan sebagainya. 

Jika konten yang sudah Anda proteksi begitu mudah diakses dan dibagikan kepada publik, maka itu mengerikan. Padahal, CEO Facebook, Mark Zuckerberg sudah berjanji untuk menjaga privasi pengguna jejaring sosialnya.

"Kami memiliki tanggung jawab untuk melindungi data Anda. Jika kami tidak bisa, kami tidak layak untuk melayani Anda," tulis Zuckerberg pada 2018.

Quartz menemukan celah yang serupa pada konten Instagram pribadi pada 2015. Tes yang dilakukan oleh Quartz menunjukkan, foto yang diposting ke Instagram ketika akun pengguna masih bersifat publik tetap dapat dilihat secara publik di situs Instagram, bahkan jika akun pengguna berubah jadi pribadi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA