Senin, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Senin, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Menperin Klarifikasi Tudingan Esemka Duplikat Mobil China

Rabu 11 Sep 2019 00:05 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Nur Aini

Pabrik Perakitan Esemka. Mobil Esemka selesai perakitan di pabrik perakitan Esemka, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019).

Pabrik Perakitan Esemka. Mobil Esemka selesai perakitan di pabrik perakitan Esemka, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019).

Foto: Republika/ Wihdan
Menperin menyebut praktik kerja sama antar-produsen biasa di otomotif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengklarifikasi tudingan bahwa produk mobil Esemka menduplikasi mobil pabrikan asal China. Meski tidak secara tegas menyebutkan apakah produsen Esemka, PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK), melakukan kerja sama dengan pabrikan luar negeri, Airlangga menyebut bahwa sudah banyak praktik kerja sama multiplatform antarprodusen otomotif.

Ia menyebutkan, kerja sama multiplatform sudah dilakukan oleh produsen besar seperti Nissan dan Mistubishi dari Jepang, Ssangyong Motor dari Korea Selatan dan Mercedes-Benz dari Jerman, hingga Seat dari Spanyol dan Fiat asal Italia. Tak hanya itu, produsen otomotif berbasis di Vietnam, Vinfast pun disebut memiliki kerja sama multiplatform dengan BMW.

Baca Juga

"Jadi dalam industri otomotif multiplatform itu hal yang biasa. Yang paling penting adalah local content-nya, itu kan diproduksi di Indonesia, dan kita membicarakan industri, industri di sini konteksnya merek lokal, investor lokal untuk menjadi bagian dari 18 industri otomotif yang ada di Indonesia," kata Airlangga di Istana Negara, Selasa (10/9).

Menanggapi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mobil Esemka yang baru 60 persen, Airlangga optimistis capaian TKDN Esemka bisa terus meningkat. Ia yakin, semakin banyak komponen lokal diserap dari dalam negeri, akan membuat produk Esemka lebih kompetitif.

"Jadi memang local content itu sekarang industri itu just in time, logistic cost harus lebih rendah, terus stok material harus rendah. Jadi kalau sparepartnya harus impor semua kan costnya tinggi. Tapi kalau semua dari vendor lokal dia akan lebih efisien," katanya. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA