Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Ini Alasan Bukalapak Lakukan Pemangkasan Karyawan

Selasa 10 Sep 2019 19:18 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Teguh Firmansyah

CEO dan Co-Founder Bukalapak.com Achmad Zaky

CEO dan Co-Founder Bukalapak.com Achmad Zaky

Foto: antaranews
Bukalapak ingin menjadi perusahaan niaga elektronik pertama yang untung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Platform e-commerce (niaga elektronik) Bukalapak melakukan pemangkasan jumlah karyawan. Chief of Strategy Officer of Bukalapak, Teddy Oetomo, mengatakan, pengurangan jumlah karyawan tersebut merupakan bagian dari strategi bisnis perusahaan.

Pemangkasan yang perusahaan sebut sebagai penataan untuk mengimbangi kian pesatnya perkembangan teknologi.

Baca Juga

"Seiring dengan perkembangan teknologi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang kian maju dan beragam, penataan diri di dalam suatu perusahaan tentunya juga harus dilakukan untuk mengikuti dinamika ini," kata Teddy, Selasa (10/9).

Menurut Teddy, perusahaan perlu melakukan penyelarasan secara internal untuk menerapkan strategi bisnis jangka panjang. Dengan demikian, Bukalapak bisa menentukan arah selanjutnya.

Bukalapak sendiri bertujuan untuk menjadi perusahaan yang terus tumbuh dan menciptakan dampak positif untuk Indonesia atau sustainable e-commerce.

Menjadi perusahaan dagang elektronik yang menghasilkan keuntungan penting bagi Bukalapak. Walaupun pertumbuhan GMV adalah indikator yang penting bagi semua e-commerce, Teddy mengklaim, Bukalapak telah melangkah ke tahap yang lebih jauh dan menghasilkan kenaikan dalam monetisasi, serta memperkuat profitabilitas.

"Saat ini semuanya berjalan dengan baik dan bahkan melampaui ekspektasi kami," kata Teddy. 

Pada pertengahan 2019, Teddy mengungkapkan, Bukalapak mengalami kenaikan Gross Profit 3 kali dibandingkan pertengahan 2018. Perusahaan juga berhasil mengurangi setengah kerugian dari pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) selama 8 bulan terakhir ini. 

Teddy menegaskan, Bukalapak ingin menjadi e-commerce unicorn pertama yang meraih keuntungan, dan dengan pencapaian performa bisnis yang baik dan modal yang cukup. Bukalapak menargetkan untuk dapat mencapai breakeven bahkan keuntungan dalam waktu dekat. 

"Bagi para pengguna dan partner bisnis kami, penataan ini berarti kami bisa memfokuskan diri untuk meningkatkan layanan dan memberi dampak positif lebih luas," tutup Teddy. 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA