Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Kemendikbud akan Bagikan 1,75 Juta Gawai ke Sekolah

Selasa 10 Sep 2019 20:16 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Sejumlah Siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 28 Jakarta, Senin (1/4).

Sejumlah Siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 28 Jakarta, Senin (1/4).

Foto: Republika/Prayogi
Dukung digitalisasi sekolah, Kemendikbud akan bagikan 1,75 juta gawai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Didik Suhardi mengatakan, kementerian tersebut akan membagikan 1,75 juta gawai ke sejumlah sekolah. Hal itu dilakukan dalam upaya digitalisasi sekolah.

Baca Juga

"Dalam waktu dekat, kami akan meluncurkan program digitalisasi sekolah. Kami akan membagikan sekitar 1,75 juta gawai yang akan dikirim ke sekolah-sekolah yang ada di Tanah Air," ujar Didik usai menerima perwakilan dari Samsung di Jakarta, Selasa.

Gawai tersebut diberikan pada 3.600 sekolah, terutama sekolah yang berada di daerah pinggiran dan memiliki kinerja yang bagus. Dana untuk pengadaan gawai itu berasal dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi dan Kinerja.

Di dalam gawai tersebut akan dimasukkan konten yang berasal dari platform digital Kemendikbud, Rumah Belajar. Konten pembelajaran yang ada di Rumah Belajar dinilai dapat menjadi sumber pembelajaran di sekolah.

Gawai tersebut tidak diberikan pada siswa, melainkan menjadi aset sekolah. Salah satu penyedia dari gawai tersebut adalah perusahaan elektronik asal Korea Selatan, Samsung.

Didik menjelaskan, pihaknya sudah bekerja sama dengan Samsung sejak beberapa tahun terakhir. Hal tersebut merupakan salah satu program revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan, terutama tentang penyelarasan kurikulum dan pelatihan bagi guru dan siswa.

Wakil Presiden Samsung Electronics Indonesia, Lee Kang Hyun, mengatakan bahwa sejak tiga tahun terakhir pihaknya memberikan kesempatan pada siswa Indonesia untuk mempelajari teknologi gawai. Para guru juga diberikan pelatihan mengenai gawai tersebut. Lee berharap sinergi antara industri, sekolah, dan pemerintah itu bisa terus berjalan dengan baik.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA