Sunday, 4 Jumadil Akhir 1442 / 17 January 2021

Sunday, 4 Jumadil Akhir 1442 / 17 January 2021

Fung: Purwokerto Punya Fasilitas Bagus untuk Bulu Tangkis

Selasa 10 Sep 2019 00:10 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Endro Yuwanto

(ki-ka) Manager Tim PB Djarum Fung Permadi, legenda bulutangkis Susy Susanti dan Sekjen PBSI Achmad Budiharto di GOR Satria, Purwokerto, Senin (9/9).

(ki-ka) Manager Tim PB Djarum Fung Permadi, legenda bulutangkis Susy Susanti dan Sekjen PBSI Achmad Budiharto di GOR Satria, Purwokerto, Senin (9/9).

Foto: Republika/Hartifiany Praisra
Banyak atlet bulu tangkis hebat yang lahir dari Purwokerto.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 kini sampai ke Purwokerto, Jawa Tengah. Sebanyak 904 peserta memperebutkan tiket untuk masuk dalam final yang akan diselenggarakan di Kudus pada November mendatang.

Manajer tim PB Djarum, Fung Permadi mengatakan, tahap audisi sudah masuk dalam tahap seleksi. Di sini sistem gugur digunakan untuk menyaring peserta.

"Pertandingan masih akan berlangsung sampai besok siang. Untuk kualitas ada beberapa yang menonjol, tapi butuh penglihatan lebih jauh," kata Fung di GOR Satria, Purwokerto, Senin (9/9).

Fung mengakui Purwokerto selalu memiliki cerita tersendiri. Sebagai informasi, Purwokerto merupakan awal dari langkah Fung sebagai atlet profesional. Dia mengakui bukan hanya dia, tapi banyak atlet yang lahir dari Purwokerto.

"Tentu, kemajuan tidak terlepas dari fasilitas yang ada di sini. Karena setelah saya keliling Indonesia jarang ada fasilitas seperti ini untuk memudahkan klub-klub di daerah," kata Fung.

Fung enggan memaparkan lebih jauh pendapatnya soal polemik audisi umum. Namun ia menghormati keputusan yang dibuat oleh Djarum Foundation untuk menghentikan audisi umum sebagai cara meredam pertikaian yang ada.

"Kami akan selalu bergerak sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. Kalau caranya seperti apapun tidak akan menghilangkan komitmen PB Djarum untuk membina dan menyumbangkan atlet demi kejayaan Indonesia," kata Fung. "Contoh, kami hanya boleh membina anak usia 15 tahun, itu akan kami lakukan. Ini sebagai komitmen kami untuk pembinaan bulu tangkis Indonesia."

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA