Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Gelar Istimewa untuk Andreescu di AS Terbuka

Ahad 08 Sep 2019 17:16 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Endro Yuwanto

Bianca Adreescu

Bianca Adreescu

Foto: EPA/JUSTIN LANE
Andreescu jadi petenis tunggal pertama Kanada yang meraih gelar level grand slam.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Bianca Andreescu, petenis wanita asal Kanada berusia 19 tahun, meraih gelar istimewa tahun ini, yaitu Grand Slam Amerika Serikat (AS) Terbuka 2019. Ia mengalahkan seniornya sekaligus andalan tuan rumah Serena Williams di partai puncak dengan skor, 6-3, 7-5, di Stadion Arthur Ashe, Sabtu (7/9).

Ini menjadikan namanya menjadi petenis tunggal pertama Kanada yang meraih gelar turnamen level grand slam. Andreescu juga menjadi petenis termuda yang menjuarai grand slam sejak Maria Sharapova pada 2006 di AS Terbuka.

Performa Andresscu hingga meraih gelar ini terbilang stabil. Ia tak menemukan kesulitan melibas lawan-lawannya sejak putaran pertama. Termasuk ketika mengalahkan Belinda Bencic pada semifinal dan Serena di final.

Pertarungan Andreescu dengan Serena cukup menguji mental kedua pemain. Pasalnya, Serena merupakan pemain kenyang pengalaman dengan 23 gelar grand slamnya. Ketika pemain 38 tahun itu menjuarai AS Terbuka pertamanya pada 1999, Andreescu belum lahir.

Sementara, Andreescu sebagai pemain junior diuji mentalnya ketika berhadapan dengan pemain senior kenyang pengalaman. Tapi, ia berhasil memenangkan adu mental itu sehingga meraih gelar tersebut.

Andreescu tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya setelah memastikan gelar AS Terbuka digenggamnya. Menurut dia, prestasi ini adalah hasil dari kerja kerasnya selama ini. Oleh karena itu, ia sangat bersyukur.

Andreescu menyebut tahun ini mimpinya menjadi kenyataan. Ketika mengalahkan Belinda Bencic di semifinal, ia menyatakan, masuk final AS Terbuka adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Pernyataan itu ia ulangi kembali saat penerimaan trofi.

“Tahun ini sebuah mimpi menjadi kenyataan,” kata Andreescu, dilansir dari BBC, Ahad (8/9).

Setelah mengalahkan Williams, Andreescu mengatakan, akan mengukir sejarahnya sendiri di masa depan. Ia ingin belajar dari banyak seniornya untuk menggapai sejarah itu, termasuk kepada Serena Williams.

"Saya yakin, saya bukan satu-satunya orang yang memandangnya. Dia adalah inspirasi bagi banyak orang, tidak hanya atlet. Apa yang dia lakukan di luar lapangan juga. Dia benar-benar seorang juara. Yang terutama, dia sangat baik hati,” ujar Andreescu memuji Serena Williams usai pertandingan, dikutip dari Skysports, Ahad (8/9).

Andresscu mengungkapkan bahwa Serena mendatanginya di ruang ganti dan mengatakan beberapa hal tentang apa yang harus dilakukan di masa depan. Serena menyampaikan saran yang bagus dan akan dipakai pada masa depan.

Andreescu mengakui sempat ragu-ragu untuk bisa mengalahkan mantan petenis nomor satu dunia itu. Namun pada saat yang sama, muncul dalam pikirannya bahwa harus menulis sejarahnya sendiri pada pertandingan tersebut.

Itu sebabnya, Andreescu sangat bersemangat mengalahkan Serena meskipun tak mudah. Menurut dia, pertandingan berjalan sangat ketat. Ia maupun Serena sama-sama tak ingin kehilangan poin.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA