Kamis, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 Januari 2020

Kamis, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 Januari 2020

Vegetarian Buat Risiko Strok Lebih Tinggi

Jumat 06 Sep 2019 05:22 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Indira Rezkisari

Salad sayur, makanan vegetarian.

Salad sayur, makanan vegetarian.

Foto: Max Pixel
Kekurangan gizi karena vegetarian mungkin sebabkan risiko strok naik.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Vegetarian dan vegan mengikuti diet bebas daging yang biasanya dikaitkan dengan kesehatan jantung yang lebih baik. Penelitian baru namun menyatakan, mereka sebenarnya memiliki risiko strok yang lebih tinggi daripada pemakan daging.

"Sangat penting untuk menekankan kami telah melihat dua hasil di sini. Semakin rendah risiko penyakit jantung tampaknya lebih besar risiko strok yang lebih tinggi," ujar rekan penulis studi Tammy Tong, dikutip dari Time, Jumat (6/8),

Makalah yang diterbitkan di BMJ, menemukan sedikit peningkatan risiko strok. Sementara temuan dalam penelitian lain menyatakan, vegetarian dan vegan mungkin memiliki risiko penyakit jantung yang lebih rendah daripada pemakan daging.

Berdasarkan data, peneliti memperkirakan diet vegetarian dikaitkan dengan 10 kasus penyakit jantung yang lebih sedikit per 1.000 orang selama 10 tahun, dengan tiga stroke dalam populasi yang sama. Melalui hasil tersebut, menghindari penyakit jantung lebih banyak dirasakan ketimbang orang yang mendapatkan strok.

Untuk mencapai temuan itu, Tong dan rekan-rekannya mengumpulkan data makanan, kesehatan, dan demografi dari sekitar 48.000 orang dewasa di Amerika Serikat tanpa riwayat masalah jantung. Sekitar 24.400 di antaranya makan daging dan 7.500 di antaranya makan ikan.

Orang-orang yang tersisa dari populasi itu adalah vegetarian atau vegan, yang dikelompokkan bersama untuk keperluan penelitian. Para peneliti memantau individu-individu ini selama sekitar 18 tahun, meminta mereka untuk menyelesaikan survei diet terperinci lainnya menjelang akhir penelitian.

Selama hampir dua dekade masa tindak lanjut, sekitar 2.800 orang menderita penyakit jantung dan sekitar 1.100 mengalami strok. Sekitar 96 persen orang yang memulai penelitian makan daging masih melakukannya dengan kuesioner diet kedua, sementara 73 persen vegetarian masih mengikuti diet vegetarian atau vegan.

Setelah disesuaikan dengan faktor-faktor seperti gaya hidup dan karakteristik demografis, para peneliti menemukan, tingkat strok 20 persen lebih tinggi di antara orang-orang yang memulai atau mengakhiri penelitian sebagai vegetarian dibandingkan dengan pemakan daging. Namun, ada tingkat penyakit jantung 13 persen lebih rendah di antara vegetarian dan pemakan ikan dibandingkan dengan  yang makan daging.

"Strok adalah peristiwa yang jauh lebih jarang daripada penyakit jantung," kata ahli epidemiologi gizi di Departemen Kesehatan Populasi Kesehatan Universitas Nuffield, Nuffield.

Hasil tentang strok mungkin mengejutkan, mengingat penelitian bertahun-tahun yang telah mendorong orang untuk membatasi konsumsi daging, terutama varietas merah dan olahan. Sebuah penelitian baru-baru ini, misalnya, menemukan manfaat kesehatan jantung yang terkait dengan pola makan nabati dan risiko kesehatan yang terkait dengan banyak mengonsumsi daging.

Tapi, penelitian Tong bukan studi pertama yang menemukan kenaikan tingkat strok di antara vegetarian dan vegan. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan kadar kolesterol rendah yang sama melindungi orang dari penyakit jantung dapat menempatkan pada risiko lebih besar terkena strok.

Makalah lain menyatakan kekurangan gizi umum terjadi di antara orang yang tidak makan daging, seperti kadar vitamin B12 yang rendah, vitamin D, asam amino, dan asam lemak. Tong mengatakan, kekurangan nutrisi ini dapat membuat berisiko strok lebih besar.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA