Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Ekonomi dan Agama Jadi Isu Strategis di CDI

Kamis 05 Sep 2019 17:56 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Wakil Ketua MPR Abdul Muhaimin Iskandar menerima kunjungan  Sekretaris Jenderal Centrist Democrat Internasional (CDI) atau Koalisi Internasional partai-partai di seluruh dunia, Cesar Rossello.

Wakil Ketua MPR Abdul Muhaimin Iskandar menerima kunjungan Sekretaris Jenderal Centrist Democrat Internasional (CDI) atau Koalisi Internasional partai-partai di seluruh dunia, Cesar Rossello.

Foto: mpr
CDI akan menggelar pertemuan di Jakarta pada 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua MPR Abdul Muhaimin Iskandar menerima kunjungan  Sekretaris Jenderal Centrist Democrat Internasional (CDI) atau Koalisi Internasional partai-partai di seluruh dunia, Cesar Rossello. Pada kesempatan, Muhaimin didampingi Menaker Hanif Dhakiri, Yahya Staquf serta Luluk Nur Hamidah.

Cesar Rossello menyampaikan rencana CDI yang akan melaksanakan pertemuan di Jakarta  pada 2020. Berbagai agenda, akan dibahas pada pertemuan tersebut. Mulai dari persoalan politik, ekonomi, sosial, hingga pertahanan keamanan.  Rencananya, pertemuan tersebut akan dihadiri sejumlah pimpinan negara anggota CDI.

Cesar Rossello juga menyampaikan nilai strategis pelaksanaan pertemuan tersebut baik bagi Indonesia. Menurutnya keragaman dan persatuan yang tumbuh di Indonesia bisa membuka mata dunia. Bahwa keragaman tidak melulu harus diikuti dengan perpecahan.

Sedangkan keterlibatan Partai-partai di Indonesia dalam CDI memiliki makna yang sangat besar. Denganbegitu bisa melaksanakan peran Islam yang rahmatan lil alamin. Bukan Islam yang senantiasa dikaitkan dengan kekerasan dan terorisme. Ini akan membantu keberlangsungan kegiatan dialogis yang saling menguntungkan antara negara-negera Islam dan non muslim.

Mendengar rencana tersebut, Muhaimin memberi apresiasi yang sangat besar. Ia berharap jumlah pimpinan negara anggota CDI yang   hadir pada pertemuan tersebut, bisa segera mendapat kepastian. Ini penting untuk menambah bobot dan kualitas pertemuan CDI.

Bagi dia, pertemuan CDI yang akan berlangsung di Jakarta pada Januari 2020 harus menjadi pertemuan yang mampu merumuskan berbagai isu strategis. Termasuk membahas persoalan ekonomi dan religius dalam satu paket. Tidak boleh hanya membahas salah satunya saja.
 
“Tujuan kita bergabung ke dalam CDI adalah menjembatani kepentingan Indonesia di Eropa. Serta meningkatkan kerjasama antara Indonesia dengan negara anggota CDI.  Salah satunya seperti pencabutan embargo minyak sawit asal Indonesia yang selama ini dilakukan oleh negara-negara di Eropa,” kata dia.
 
Saat ini CDI memiliki jumlah anggota lebih dari 151 Partai Politik dari 70 negara di seluruh  Eropa, Afrika, Asia Tengah, dan Amerika Latin. Termasuk partai-partai berkuasa di 13 negara Eropa, seperti Jerman, Austria, Belgia, dan Hungaria.

Baca Juga

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 
 
Terpopuler