Selasa, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 Desember 2019

Selasa, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 Desember 2019

Anggota DPR Minta Kemenhub Perketat Pengawasan Transportasi

Kamis 05 Sep 2019 17:42 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Esthi Maharani

Daftar Kecelakaan Maut Cipularang.

Daftar Kecelakaan Maut Cipularang.

Foto: Republika
Kemenhub diminta audit secara sungguh-sungguh terkait kelayakan jalan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi V Fary Djemy Francis menanggapi kecelakaan beruntun yang terjadi di ruas tol Purbaleunyi, Senin (2/9) lalu. Fary meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk melakukan pengawasan terkait kelayakan transportasi darat.

"Terutama bus, itu selalu kita ingatkan tapi hanya ini kejadian terkait rem blong, kita minta diinvestigasi apakah truk layak," kata Fary di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (3/9).

Selain itu ia juga meminta Kemenhub untuk melakukan audit secara sungguh-sungguh terkait kelayakan jalan. Pasalnya kejadian kerap terjadi di kilometer 90-110. Ia berharap jasa marga bisa segera melakukan audit tersebut.

"Kami minta dilakukan audit terkait geometriknya dan juga kelayakan jalan di ruas itu," ujarnya.

Sementara itu Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyampaikan duka cita yang mendalam atas terjadinya kecelakaan beruntun yang terjadi di ruas Tol Purbaleunyi KM 91, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Senin (2/9). Ia mendorong agar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) segera melakukan evaluasi kelayakan jalan tol mulai dari kondisi jalan, rambu, penerangan, dan fasilitas

"Apakah sudah sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan memastikan evaluasi tersebut berjalan secara berkala yang diimbangi dengan adanya perbaikan pada jalan tol guna memberikan rasa nyaman dalam berkendara," kata Bamsoet, dalam keterangan tertulis, Selasa (3/9).

Kemudian ia juga mendorong agar Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperketat pengecekan tonase dan dimensi kendaraan truk dan kontainer. Hal itu untuk memastikan tidak ada kendaraan yang membawa melebihi jumlah berat yang diizinkan (JBI), guna menghindari terjadinya kecelakaan mengingat banyak kasus kecelakaan terjadi akibat kendaraan yang kelebihan muatan.

Terakhir politikus Partai Golkar itu juga meminta pihak kepolisian untuk melakukan investigasi dan memaparkan penyebab kecelakaan yang memakan delapan korban jiwa. Ia juga berpesan kepada seluruh pengendara kendaraan bermotor agar selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan dalam berkendara.

"Dan selalu memperhatikan setiap rambu yang telah dipasang dan arahan petugas di jalan," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA