Saturday, 18 Sya'ban 1441 / 11 April 2020

Saturday, 18 Sya'ban 1441 / 11 April 2020

Nusron Pertanyakan Kekalahan Jokowi di Wilayah Golkar Menang

Kamis 05 Sep 2019 09:45 WIB

Rep: Nawir Arsyad/ Red: Teguh Firmansyah

Nusron Wahid - Politisi Golkar

Nusron Wahid - Politisi Golkar

Foto: Republika/ Wihdan
Nusron mendesak DPP Partai Golkar menggelar rapat pleno.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa Tengah I Kepengurusan DPP Golkar Nusron Wahid mempertanyakan kepengurusan partainya yang tidak terlalu baik pada Pemilu 2019. Pasalnya, di sejumlah wilayah pemenangan Partai Golkar, pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin justru kalah.

Baca Juga

"Di daerah-daerah yang DPP Golkar ataupun di daerah Golkar menang di pileg, kenapa kok kalah? Ini ada apa? Apakah mesinnya tidak jalan," ujar Nusron di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (4/9).

Ia membandingkan hal tersebut dengan PDIP dan PKB. Kedua partai itu menang di wilayah, tempat pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin juga meraih suara tertinggi.

"Itu kan linier, di manapun daerah yang PDIP menang di situ Jokowi-Maruf menang, di manapun daerah yang PKB menang di situ Jokowi-Maruf menang," ujar Nusron.

Maka dari itu, ia mendesak DPP Partai Golkar untuk segera menggelar rapat pleno. Agar partainya segera mengevaluasi pencapaian partai selama Pemilu 2019.

Selain itu, rapat perlu membahas persiapan Partai Golkar untuk menghadapi Pilkada 2020. Menurut Nusron, Partai Golkar sudah hampir 10 bulan tak menggelar rapat pleno. Terakhir rapat dilaksanakan pada Desember 2018.

"Kita belum melakukan konsolidasi semua. Tingkat pusat belum, tingkat provinisi belum, tingkat kabupaten belum, tingkat kecamatan belum sehingga bisa dikatakan kita masih belum ready to play," ujar Nusron.

photo
Pengurus pleno Partai Golkar melakukan konsolidasi untuk mendesak DPP Partai Golkar untuk segera menggelar rapat pleno di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Rabu (4/9)

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Viktus Murin meminta Airlangga untuk memimpin partai dengan baik. Bukan dengan tindakan yang seakan-akan membungkam kader atau anggota partai.

Menurut dia, cara tersebut terlihat dari penjagaan kantor DPP Partai Golkar oleh aparat kepolisian dan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG). Bahkan, anggota dan kader partai dilarang masuk dengan alasan yang tidak jelas.

"Segera kosongkan aparat keamanan di DPP Golkar, serta oknum-oknum yang konon katanya AMPG, kami tidak ingin terpancing mendatangkan massa," ujar Viktus.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA