Senin, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Senin, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan yang Memberatkan

Rabu 04 Sep 2019 22:59 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Petugas melayani warga di Kantor Pelayanan BPJS Kesehatan Jakarta Pusat, Matraman, Jakarta, Selasa (3/8/2019).

Petugas melayani warga di Kantor Pelayanan BPJS Kesehatan Jakarta Pusat, Matraman, Jakarta, Selasa (3/8/2019).

Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
kenaikan iuran BPJS Kesehatan tersebut sangat memberatkan seluruh elemen masyarakat

Presiden Joko Widodo ( Jokowi) akan merilis peraturan presiden (perpres) kenaikan iuran BPJS Kesehatan . Rencananya, kenaikan iuran yang diatur dalam perpres tersebut akan mengacu pada usulan kenaikan yang sebelumnya disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani kepada Komisi XI DPR. 

Hal ini dilakukan untuk segera menutupi defisit anggaran BPJS Kesehatan itu sendiri. Namun, apakah ini akan menjadi solusi bagi defisit anggaran kesehatan di negara ini dan membaiknya pelayanan kesehatan?

Baca Juga

Sungguh kenaikan iuran BPJS Kesehatan tersebut akan sangat memberatkan bagi seluruh elemen masyarakat. Mengingat kenaikan iuran BPJS Kesehatan sangat tinggi yaitu naik menjadi 2 kali lipat dari harga sebelumnya. Pun hal ini akan kembali membuat rakyat menjerit. 

Namun apalah daya, inilah bukti kesalahan riayah negara terhadap rakyatnya. Dimana pelayanan kesehatan seharusnya menjadi tangungjawab negara terhadap rakyat yang harus dipenuhi, namun justru diserahkan kepada pihak swasta yang mana dasarnya adalah selalu beritung untung rugi terhadap rakyat. 

Oleh sebab itu, seyogianya negara harus segera memenuhi kewajibannya, yaitu menyediakan layanan kesehatan murah nan gratis bagi rakyatnya dengan memanfaatkan sumber daya alam yang amat melimpah di negeri zamrud khatulistiwa ini. Sebagaimana yang telah diajarkan oleh Islam pada masa kejayaannya silam. Dimana Islam tak hanya menyediakan layanan kesehatan gratis bagi rakyatnya, tetapi juga menyediakan dosen-dosen lulusan kedokteran handal dan berkualitas. 

Pengirim: Siti Komariah, SPdI, Komunitas Peduli Umat Konda, Konda, Sulawesi Tenggara

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA