Senin, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Senin, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Hijrah yang Dinanti

Rabu 04 Sep 2019 19:50 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Hijrah, ilustrasi

Hijrah, ilustrasi

Sebagaimana Nabi SAW berhijrah dengan sempurna

Bulan Agustus yang terkenal dengan perayaan kemerdekaan bangsa Indonesia menuju penghujung bulan. Sebagian besar rakyat Indonesia telah merayakannya dengan bermacam-macam perlombaan. Selesai merayakan ‘agustusan’, maka selesai pula hiruk pikuk perayaan yang tiap tahun terselenggara ini.

Pertanyaannya, sejak dikumandangkan kata merdeka hingga saat ini, adakah rakyat merasakan kemerdekaan yang hakiki? Yang makmur, sejahtera, damai, dan penduduk negerinya bertakwa?. Pada faktanya negeri ini masih jauh dari kata merdeka. Negeri tercinta ini disinyalir masih menerapkan aturan penjajah. Meski tak ada lagi penjajahan fisik, namun penjajahan secara pemikiran masih merajalela.

Masyarakat masih memiliki pemahaman sekulerisme, yang memisahkan antara agama dengan kehidupan. Masih ‘menuhankan’ uang dengan aturan-aturan kapitalisnya. Pun masih  bersikukuh mempertahankan demokrasi, meski nyata telah mengecewakan untuk kesekian kali.

Bukankah semakin hari semakin terasa sulit menjalani kehidupan ini? Harga-harga bahan pokok mulai meninggi, lapangan kerja sulit dicari, gaji hanya sekedar sesuap nasi untuk anak istri. Belum lagi iuran BPJS makin menambah sesak tarikan nafas dalam hidup. Belum lagi kenaikan tarif dasar listrik telah menanti. 

Bukankah sudah menjadi kewajiban negara untuk mengatur urusan rakyat agar mudah menjalani kehidupan sebagai bekal di akhirat kelak? Namun solusi yang ditawarkan malah terkadang makin menyulitkan rakyat. Kesempitan hidup benar-benar terasa menggerogoti relung hati. Realita dunia yang penuh onak duri harus umat lalui sendiri meski berstatus warga sebuah negeri.

Di tengah arus rusaknya tatanan negeri, gelombang hijrah tak dapat dipungkiri. Kian masif orang-orang yang hanif dan mengambil petunjuk Ilahi Robbi. Sepertinya, tak hanya diri yang perlu hijrah, namun aturan-aturan yang diterapkan atas masyarakat-pun perlu berhijrah.

Sebagaimana Baginda Nabi SAW, berhijrah dengan sempurna, menjadikan manusia hanya menyembah Allah saja dengan aturan Islam yg mulia. Inilah hijrah yang dinanti oleh seluruh penduduk negeri yang masih ada iman dalam hati.

Pengirim: Illiyyun Novifana. guru PAUD Tahfidz Malang

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA