Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

4 Konglomerat Ini Makin Tajir Setelah Krisis Finansial 2009

Rabu 04 Sep 2019 12:42 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

4 Konglomerat Ini Makin Tajir Setelah Krisis Finansial 2009. (FOTO: Reuters/Willy Kurniawan)

4 Konglomerat Ini Makin Tajir Setelah Krisis Finansial 2009. (FOTO: Reuters/Willy Kurniawan)

Miliarder ini malah semakin berjaya usai krisis keuangan 2009, siapa saja?

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -- Kembali menengok ke tahun 2009, finansial kala itu tengah mengalami krisis hebat. Peristiwa itu menjadi sebuah ancaman bagi setiap orang.

Alih-alih jatuh miskin, ada miliarder dunia yang justru mengalami peningkatan kekayaan. Harta mereka melonjak setelah mengambil keputusan anti-mainstream.

Siapa saja miliarder yang dimaksud? Melansir dari Investopedia (3/9/2019), berikut keempat miliarder tersebut:

1.  Warren Buffet

Nama miliarder pertama ini pasti udah kamu ketahui. Pasalnya, dia sekarang masuk dalam jajaran orang terkaya di dunia menyaingi Bill Gates dan Jeff Bezos.

Ketika krisis finansial tahun 2008 sampai 2009, Warren Buffet memutuskan membeli saham di Goldman Sachs sebanyak 5 miliar dolar AS. Dia juga membeli saham perusahaan energi terkemuka General Electric seharga 3 miliar dolar AS.

Baca Juga: Kesederhanaan Hidup Warren Buffett, Lebih Senang Beramal Ketimbang Foya-Foya

2. John Paulson

John Paulson merupakan seorang miliarder asal Amerika Serikat yang mendirikan perusahaan manajemen finansial saham bernama Paulson & Co pada 1994.

Ketika terjadi krisis finansial di dunia pada tahun 2009, John Paulson Justru membeli saham Bank of America sebesar 2,5 miliar dolar AS dan 100 juta dolar AS di Goldman Sachs.

3.  Jamie Dimon

Miliarder ketiga adalah Jamie Dimon yang sekarang ini menjabat sebagai CEO JP Morgan Chase. Ketika krisis finansial melanda, milarder asal New York ini mengakuisisi perusahaan finansial Bear Stearns dan Washigton Mutual.

Jamie berhasil membeli Bear Stearns dengan harga sekitar 10 dolar AS atau setara Rp 140 ribuan per lembar sahamnya.

Baca Juga: Intip Gaya Hidup Putra Bungsu Miliarder Budi Hartono, Membumi Tak Kenal Tinggi Hati

4. Robert Budi Hartono dan Michael Hartono

Di posisi terakhir, ada miliarder asal Indonesia yang memiliki bisnis rokok Djarum dan bank BCA yakni Robert Budi Hartono dan Michael Hartono.

Harta kekayaan kedua orang terkaya di Indonesia ini pada periode krisis tahun 2009 ke 2010 naik dari 7 miliar dolar AS ke 11 miliar dolar AS. Hingga saat ini, kekayaan kedua orang itu tercatat sudah menyentuh 35 miliar dolar AS lebih.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA