Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Menristekdikti Tindak Tegas Pelaku Kekerasan Ospek di Kampus

Rabu 04 Sep 2019 00:07 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Esthi Maharani

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir

Foto: Republika/Fakhri Hermansyah
Ospek telah dilarang di dunia pendidikan tinggi Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir mengaku akan melakukan penindakan tegas terhadap pelaku kekerasan dalam kegiatan Ospek. Sebab, tindakan tersebut bagaimana pun juga telah dilarang di dunia pendidikan tinggi Indonesia.

Dibanding melakukan kekerasan, kampus sebaiknya memberikan pengenalan tentang fasilitas dan manajemen kepada para mahasiswa baru. Bisa juga pemahaman tentang kebangsaan dan bela negara yang telah didorong sejak beberapa tahun terakhir. Dengan demikian, pandangan radikalisme dan intoleransi dapat dibersihkan.

"Dan kalau terjadi (kekerasan), maka harus ditindak contohnya seperti di Ternate," kata Nasir kepada wartawan di Universitas Negeri Malang (UM), Selasa (3/9).

Sebelumnya, masyarakat dibuat geger adanya video aksi perundungan mahasiswa baru di salah satu kampus Ternate. Di video tersebut terlihat peserta Ospek diminta untuk minum air lalu dimuntahkan kembali ke dalam gelas. Air hasil muntahan tersebut lalu diberikan kepada peserta lainnya. Selain itu, peserta juga diminta untuk berjalan jongkok oleh para seniornya.

Terkait tindakan tersebut, Nasir mengklaim, pihaknya telah memerintahkan kampus untuk tak lagi melakukan aksi perundungan. "Harus diberikan sanksi sesuai dengan peraturan akademik mereka," jelasnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA