Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Israel Klaim Kembalikan Pasokan Bahan Bakar ke Gaza

Selasa 03 Sep 2019 08:05 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Dwi Murdaningsih

Pembangkit Listrik di Gaza

Pembangkit Listrik di Gaza

Foto: maannews
Sekitar 3,1 juta liter bahan bakar dialokasikan untuk listrik di Gaza, didanai Qatar.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Israel mengklaim pada pekan ini telah mengembalikan pengiriman bahan bakar secara penuh ke Jalur Gaza. Sebelumnya Israel mengurangi setengah pasokan bahan bakar ke Gaza sebagai tanggapan terhadap tembakan roket Palestina.

Dilansir dari The Jerusalem Post, Selasa (3/9), Pusat Hukum untuk Kebebasan Gerakan mengumumkan bahan bakar tersebut untuk memenuhi kebutuhan listrik di Gaza. Saat ini tiga turbin telah diaktifkan di pembangkit listrik Gaza. Pembangkit menyediakan 12 jam listrik per hari ke Jalur Gaza.

Pekan lalu, penyediaan listrik itu turun menjadi enam jam setelah pemotongan bahan bakar Israel. Pada Senin kemarin waktu setempat, 10 truk yang membawa 380 ribu liter bahan bakar dilaporkan memasuki Gaza melalui persimpangan Kerem Shalom.

Sekitar 3,1 juta liter bahan bakar yang dialokasikan tiap pekan untuk pembangkit listrik Gaza telah didanai oleh Qatar sejak Oktober 2018. Namun pengiriman bahan bakar ini, pada Agustus lalu dipangkas setengahnya oleh Israel.

Pembatasan Israel terhadap akses kebutuhan warga Gaza, seperti bahan bakar, kerap menjadi penentu hubungan antara Gaza dan Israel. Pembatasan bahan bakar oleh Israel sering menjadi pertanda ketegangan dan kekerasan yang meningkat. Ketika tidak ada pembatasan, berarti menunjukkan masa pemulihan.

Hamas telah memerintah lebih dari 2 juta warga Palestina di Gaza sejak mereka secara paksa memindahkan Fatah dari Jalur Gaza dalam sebuah kudeta dengan kekerasan pada 2007. Sejak itu Israel dan Hamas telah berperang tiga kali.

Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah Nickolay Mladenov mengakui, situasi di Gaza masih sangat rapuh saat insiden kekerasan terus berlanjut. Selama bulan lalu, sekitar 11 roket dan mortir diluncurkan dari Gaza ke Israel. Sebagian besar dicegat, dua mendarat di kota Israel Sderot.

"Pada beberapa kesempatan selama periode pelaporan, sekitar 15 aktivis Palestina dari Gaza melanggar atau berusaha untuk menembus pagar pembatas, ini memicu tembakan balasan atau serangan udara oleh IDF (tentara Israel), di mana sembilan aktivis Palestina tewas," kata Mladenov.

Mladenov menambahkan, protes pekanan di pagar pembatas di Gaza berlanjut. Beberapa individu terlibat dalam kegiatan kekerasan. IDF merespons sebagian besar dengan cara penyebaran kerusuhan. Tetapi juga menggunakan amunisinya. Satu warga Palestina tewas dan 545 lainnya luka-luka, termasuk lebih dari 150 anak-anak.

"Meski lebih sedikit layang-layang, balon, dan perangkat pembakar lainnya telah diluncurkan dari Gaza dibandingkan dengan periode pelaporan terakhir, setidaknya 11 api pembakar dilaporkan," kata Mladenov.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA