Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Warga Jual Ternak demi Beli Air

Selasa 03 Sep 2019 06:35 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Dompet Dhuafa Yogyakarta telah mendistribusikan air di dua titik Desa Giri, Purwosari Gunung Kidul.

Dompet Dhuafa Yogyakarta telah mendistribusikan air di dua titik Desa Giri, Purwosari Gunung Kidul.

Foto: Dompet dhuafa
Sulitnya medan membuat harga air yang dijual menjadi mahal.

REPUBLIKA.CO.ID, GUNUNG KIDUL — Kemarau berkepanjangan membuat orang-orang kesulitan untuk memperoleh air bersih. Banyak di antaranya yang mencari alternatif dengan membeli air dari pedagang air. 

Baca Juga

Besarnya kebutuhan warga akan air hingga mendorong beberapa warga untuk menjual beberapa hartanya untuk membeli air. Salah satunya ialah menjual hewan-hewan peliharaan atau ternak.

Dompet Dhuafa melalui kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia membagikan air secara gratis yang dikenal dengan program Air untuk Kehidupan. Program ini ditujukan untuk penduduk di wilayah yang kekeringan. Salah satunya Dompet Dhuafa Yogyakarta. 

Dompet Dhuafa Yogyakarta telah mendistribusikan air di dua titik Desa Giri, Purwosari Gunung Kidul. Dengan membawa dua tangki untuk satu titik. Masing-masing tangki memiliki kapasitas untuk menampung 6000 liter. Sehingga hari ini (2/9) telah mendistribusikan air sebanyak 24.000 liter.

“Pendistribusian ini telah dimulai dari Juni. Ini jatuhnya sudah masuk ke gelombang ketiga,” ujar Bambang Edi Prasetyo selaku Ketua Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Yogyakarta.

Kondisi di sekitar titik pendistribusian cukup memperihatikan. Banyak penampungan sudah kering. 

Waduk juga sudah kering. Hal ini mengakibatkan kebutuhan sehari-hari dan juga aktivitas menjadi terganggu.

“Kalau di lapangan alhamdulillah lancar semua pendistribusian. Hanya saja ada beberapa kendala, kebutuhan warga ternyata lebih banyak yang diperkirakan. Jadinya masih membutuhkan armada tambahan,” ujar Badar selaku relawan Dompet Dhuafa Yogyakarta.

Badar menceritakan satu tangki ada yang menjualnya dengan harga Rp 170.000 sampai Rp 450.000. Ragamnya harga ini diakibatkan sulitnya jalur yang ditempuh. Jadi semakin rusak atau sulit jalannya, maka semakin mahal pula air yang diperjual-belikan.

Di hari sebelumnya (1/9) Dompet Dhuafa juga sudah menjamah tiga titik di Desa Tepus, Tepus, Gunung Kidul. Dengan satu titik mendistribusikan air sebanyak 10.000 liter. 

“Perkiraan BMKG hujan kemungkinan akan jatuh di bulan Desember. Jadi kita mungkin akan terus mendistribusikan air sampai dua atau tiga gelombang lagi,” kata Bambang.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA