Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Bumiputera Syariah Yakin tak akan Gagal Bayar

Selasa 03 Sep 2019 04:39 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya

PT Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera menyelenggarakan konferensi pers Milad Ke 3 Bumiputera Syariah di Bellevue Suites, Senin (2/9).

PT Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera menyelenggarakan konferensi pers Milad Ke 3 Bumiputera Syariah di Bellevue Suites, Senin (2/9).

Foto: Republika/Novita Intan
Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera tengah mengalami kesulitan pencairan klaim asuransi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera resmi menyelesaikan proses pengalihan bisnis Unit Usaha Syariah (UUS) atau spin off AJB Bumiputera 1912 pada September 2016. Adapun proses spin off  telah mendapatkan izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Direktur Utama Bumiputera Syariah Sudadi mengatakan pendirian Bumiputera Syariah bertujuan untuk memperluas pangsa pasar asuransi jiwa syariah dan memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.

“Kami sudah berdiri tiga tahun dengan mengusung tema Tumbuh dan Kuat di Atas Kemandirian, melalui slogan tersebut terbukti kami mampu memenuhi kewajiban pemegang polis dan tidak ada masalah,” ujarnya saat konferesni pers Milad Ke 3 Bumiputera Syariah di Bellevue Suites, Senin (2/9).

Seperti diketahui PT Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera (AJBB) tengah mengalami kesulitan pencairan klaim asuransi. Bahkan, permasalahan tersebut belum menemukan titik terang hingga saat ini.

Melihat kondisi tersebut, menurut Sudadi, perusahaan masih mampu membayarkan klaim kepada para nasabah. Sebab, secara pangsa pasar nasabah juga berbeda dengan induk Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera.

“Secara kelolaan keuangan berbeda dengan induk. Selama ini pemegang polis tidak ada masalah karena organisasi juga berbeda dan pasar berbeda juga. Pasar syariah Bumiputera merupakan pasar baru bukan pasar yang sudah dilama digarap oleh induk,” jelasnya.

Bahkan, Sudadi menegaskan perusahaan belum menemukan agen yang dikatakan ‘nakal’ terhadap para nasabah di Indonesia. Ke depan, perusahaan terus menerapkan good corporate governance agar menjadi asuransi jiwa syariah terkemuka di Indonesia.

“Belum menemukan temuan nakal sampai saat ini. Kelebihan sistem syariah Bumiputera Syariah dapat menyiarkan kepada orang lain seperti dakwah, setiap peserta sebagian dananya ada dana tolong menolong kepada para peserta lain apabila terjadi meninggal dunia,” ucapnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA