Wednesday, 26 Rabiul Akhir 1443 / 01 December 2021

Wednesday, 26 Rabiul Akhir 1443 / 01 December 2021

Jerman Minta Maaf pada Rakyat Polandia

Senin 02 Sep 2019 13:51 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Ani Nursalikah

Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier berbicara saat peringatan 80 tahun dimulainya Perang Dunia II di Wielun, Polandia, Ahad (1/9).

Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier berbicara saat peringatan 80 tahun dimulainya Perang Dunia II di Wielun, Polandia, Ahad (1/9).

Foto: AP Photo/Czarek Sokolowski
Polandia adalah negara pertama yang menjadi sasaran invasi Jerman dalam PD II.

REPUBLIKA.CO.ID, WARSAWA -- Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier menghadiri upacara peringatan dimulainya Perang Dunia II di Polandia, Ahad (1/9). Pada kesempatan itu, dia meminta maaf kepada rakyat Polandia atas penderitaan yang disebabkan negaranya pada masa perang.

“Sebagai tamu Jerman, saya berjalan di depan kalian tanpa alas kaki. Saya melihat kembali sebagai rasa terima kasih atas perjuangan rakyat Polandia untuk kebebasan. Saya bersujud dengan sedih di hadapan penderitaan korban,” kata Steinmeier.

Dia tak mengelak Jerman adalah sumber utama penderitaan rakyat Polandia pada era Perang Dunia II. Negara tersebut kehilangan sekitar seperlima populasinya, termasuk di dalamnya sekitar tiga juta Yahudi yang menjadi korban pembantaian Nazi.

“Saya meminta maaf atas kesalahan Jerman. Saya mengakui tanggung jawab abadi kita,” ujar Steinmeier.

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence turut menghadiri upacara peringatan tersebut. Dalam pidatonya, dia memuji keberanian rakyat Polandia.

“Tidak ada yang bertempur dengan keberanian, keteguhan hati, dan kemarahan yang lebih baik daripada orang Polandia,” katanya.

Selain Pence, tokoh dunia lainnya yang juga menghadiri upacara peringatan di Polandia adalah Kanselir Jerman Angela Merkel, Perdana Menteri Prancis Edouard Philippe, Ketua Komisi Eropa Frans Timmermans. Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin tak datang.

Trump tak hadir karena perjalanannya terhalang badai Dorian yang tengah melanda perairan sekitar AS. Sementara Putin dilaporkan memang tak diundang. Kendati demikian, Rusia telah merilis pernyataan yang menegaskan peran vitalnya dalam mengakhiri Perang Dunia II.

“Mungkin ada penilaian yang berbeda dari kebijakan Soviet pada tahap awal Perang Dunia II. Tapi orang tak dapat menyangkal Uni Soviet, yang mengalahkan Nazisme, membebaskan Eropa dan menyelamatkan demokrasi Eropa dari kehancuran,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan.

Polandia adalah negara pertama yang menjadi sasaran invasi Jerman dalam Perang Dunia II. Serangan dilakukan pada 1 September 1939. Dua hari kemudian, Inggris dan Prancis mendeklarasikan perang terhadap Jerman. Perang pun membelenggu Eropa selama sekitar enam tahun.

Perang Dunia II menjadi perang paling mematikan. Jumlah korban tewas dalam Perang Dunia II diperkirakan mencapai lebih dari 70 juta orang.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA