Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

IHSG Berpeluang Terus Menguat di Saat Perang Dagang Memanas

Senin 02 Sep 2019 10:46 WIB

Red: Nidia Zuraya

Seorang mengunjung memotret layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ilustrasi

Seorang mengunjung memotret layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ilustrasi

Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Perang tarif AS dengan China menjadi hambatan bagi laju bursa saham Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan ini berpeluang menguat di tengah eskalasi perang dagang AS-China. IHSG pada perdagangan hari ini, Senin (2/9), dibuka menguat 2,68 poin atau 0,04 persen ke posisi 6.331,15.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 0,55 poin atau 0,05 persen menjadi 996,31. Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah mengatakan, kebijakan Bank Indonesia dalam hal suku bunga diperkirakan dapat mendukung bagi pertumbuhan ekonomi, namun sentimen eksternal menyusul diberlakukanya perang tarif AS dengan China menjadi hambatan bagi laju bursa saham Indonesia.

"Dari bauran sentimen tersebut mendorong IHSG bergerak "mixed", kendati memiliki peluang untuk menguat pada perdagangan saham pekan ini," ujar Alfiansyah di Jakarta, Senin (2/9).

China dan AS mulai mengenakan tarif tambahan untuk barang-barang impor pada Ahad (1/9). Ini adalah babak baru eskalasi perang dagang yang telah menekan ekonomi kedua negara meski ada tanda-tanda negosiasi kembali pada bulan ini.

China mengenakan tarif 5 persen pada impor minyak mentah AS. Ini adalah pertama kalinya bahan bakar menjadi target perang dagang sejak lebih dari setahun lalu. Sementara AS akan mengenakan 15 persen tarif atas produk impor China senilai lebih dari 125 miliar dolar AS. Di dalamnya termasuk impor smart speakers, headphone bluetooth, dan berbagai jenis alas kaki.

Sebagai balasan, China akan memulai mengenakan tarif tambahan atas sejumlah barang pada daftar target impor dari AS senilai 75 miliar dolar AS. China tidak menyebut secara rinci nilai barang yang akan kena tarif lebih tinggi.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 50,38 poin (0,24 persen) ke 20.653,99, indeks Hang Seng melemah 205,82 poin atau 0,8 persen ke 25.518,91, dan indeks Straits Times melemah 23,3 poin (0,75 persen) ke posisi 3.083,22.


Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA