Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Bio Farma Raih Green CEO Award 2019

Jumat 30 Aug 2019 11:28 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Dwi Murdaningsih

Bio Farma Raih Green CEO Award 2019

Bio Farma Raih Green CEO Award 2019

Penghargaan diberikan untuk kategori Farmasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Bio Farma mendapatkan Penghargaan Social Business Innovation Award 2019 (SBI Award 2019) untuk kategori Farmasi, dari Warta Ekonomi.co.id. Selain SBI Award, Direktur Utama Bio Farma, M Rahman Roestan, juga meraih Penghargaan Green CEO Award 2019.

Kedua penghargaan tersebut diserahkan oleh Fadhel Muhammad sebagai founder Warta Ekonomi, dan Munammad Ihsan sebagai CEO dan Chief Editor Warta Ekonomi, pada 29 Agustus di Jakarta.

Penghargaan ini diberikan, berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh Warta Ekonomi.co.id Research and Consulting, yang memberikan penilaian berdasarkan inovasi yang dilakukan oleh perusahaan untuk menekan dampak negatif dari aktifitas produksi dan kemajuan teknologinya, dengan penilaian berdasarkan inovasi perusahaan dalam mengatasi masalah sosial dan lingkungan hidup melalui program CSR dalam kurun waktu 2018 - 2019.

Sedangkankan untuk penilaian Green CEO didasarkan pada peran aktif dalam kegiatan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan. Menurut Dirut PT Bio Farma, M Rahman Roestan, Bio Farma secara konsisten menerapkan pengelolaan lingkungan dengan standar Excellent Compliance.

Standar itu yakni, pengelolaan lingkungan tidak sebatas kewajiban penaatan terhadap regulasi dan standar yang dipersyaratkan. Namun juga terhadap praktek pengelolaan lingkungan Beyond Compliance dengan memperhitungkan Best Available Techniques(BAT) untuk mencapai hasil kinerja pengelolaan lingkungan yang optimal.

“Dalam hal inovasi pelestarian lingkungan, Bio Farma menerapkan pemanfaatan kembali air dari Compressed Air Drain & Condensate Steam yang mampu mengefisienkan 19.872 kwh/ tahun dan mengefisienkan air 2.718 m3/tahun," katanya.

Selain itu, kata dia, pemanfaatan condensate cooling coil sebesar 53.904 kwh/ tahun dan Pemanfaatan air reject WTP 8.892 m3/ th. Dengan metode tersebut, Bio Farma berhasil melakukan efisiensi air 18,38 perseb / tahun terhadap total pemakaian air dan efisiensi energi sebesar 9,99 persen per tahun terhadap total pemakaian energi.

Dari sisi Community Development, kata dia, Bio Farma menempatkan konsep Inclusive and Sustainable Industrial Development dari UNIDO (United Nation for Industrial Development Organization) menjadi mainstream pola bisnisnya. Setidaknya  ada tiga nilai yang harus dipraktikan oleh perusahaan yang berstandar global antara lain, Green Industry, World Class Corporate Social Responsibility, Governance Risk Management, and Compliance.

 “Prinsip inilah yang menjadi landasan Bio Farma berbuat lebih, bagi lingkungan dan masyarakat sesuai dengan filosofi perusahaan, Dedicated to Improve Quality of Life,” kata Rahman.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA