Saturday, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 January 2020

Saturday, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 January 2020

Jonan Dorong PLTS untuk Sektor Wisata Lombok

Jumat 30 Aug 2019 06:22 WIB

Rep: M Nursyamsi/ Red: Friska Yolanda

Foto udara kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis (29/8/2019).

Foto udara kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis (29/8/2019).

Foto: Antara/Ahmad Subaidi
Melalui pembangunan PLTS, bauran EBT untuk wilayah NTB menjadi 11 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meninjau tiga pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Jonan menilai penggunaan PLTS ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dan PLN untuk mendorong pemanfaatan energi terbarukan untuk pembangkit listrik di Indonesia.

Baca Juga

Jonan meninjau PLTS Sengkol, PLTS Selong, dan PLTS Pringgabaya yang masing-masing berkapasitas 5 megawatt (MW). Ketiga PLTS di Lombok mulai beroperasi setelah penandatanganan operasi komersial (commercial operation date/COD) antara PLN dengan tiga Independent Power Producer (IPP) sejak Juli 2019.

"Kita dorong terus pembangkit EBT, apalagi untuk Lombok yang memang jadi tempat pariwisata," ujar Jonan saat melakukan Kunjungan Kerja ke PLTS Sengkol, Lombok Tengah, NTB, Kamis (29/8).

Jonan menyampaikan, dengan beroperasinya PLTS ini, bauran EBT untuk wilayah NTB menjadi 11 persen. Angka ini akan bertambah seiring dengan semakin banyaknya lokasi pengembangan EBT di NTB.

Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN, Djoko Rahardjo Abu Manan mengatakan pengoperasian PLTS ini akan berdampak pada efisiensi. Karena, ini mengurangi pemakaian BBM di beberapa pembangkit di NTB.

"PLTS beroperasi, yang utama tentu biaya pokok produksi semakin murah. Perhitungan kami selisih biaya pokok penyediaan PLTS dengan PLTD sekitar Rp 900 per kWh," kata Djoko.

Selain itu, lanjut Djoko, beroperasinya tiga PLTS ini meningkatkan pasokan listrik di sistem kelistrikan Lombok. Saat ini, Djoko katakan, sistem kelistrikan Lombok memiliki daya mampu mencapai 260,47 MW dengan beban puncak sebesar 233,18 MW sehingga terdapat cadangan sebesar 27,28 MW.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA