Thursday, 12 Syawwal 1441 / 04 June 2020

Thursday, 12 Syawwal 1441 / 04 June 2020

Kawanan Gajah Masuk ke Kebun Warga Akibat Karhutla

Jumat 30 Aug 2019 00:01 WIB

Red: Ani Nursalikah

Ilustrasi - Gajah liar.

Ilustrasi - Gajah liar.

Foto: Antara/Irwansyah Putra
Gajah memakan tanaman sawit milik warga.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Sebanyak dua kelompok gajah sumatera liar keluar dari habitatnya di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) diduga akibat kebakaran di kawasan konservasi. Kawanan gajah masuk ke kebun milik masyarakat di Kabupaten Indragiri Hulu dan Kuantan Singingi.

Kepala Bidang Wilayah I Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Andi Hansen Siregar mengatakan diperkirakan ada lima ekor gajah liar yang terbagi di dua kelompok tersebut. Menurut dia, kondisi tersebut makin membuat sibuk personel BBKSDA dan Balai TNTN yang saat ini sedang berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Ia membenarkan gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) tersebut ke luar dari habitatnya di Tesso Nilo akibat karhutla. “Akibat dari ada kebakaran di daerah Tesso Nilo. Inilah yang bikin kita kerepotan lagi,” ujarnya.

Hansen menjelaskan satu kelompok gajah liar tersebut berada di sekitar Desa Bongkal Malang Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Dari identifikasi awal, salah satu gajah tersebut sudah dewasa dan berkelamin jantan sehingga gadingnya cukup panjang.

“Yang jelas mereka makan tanaman sawit milik masyarakat di sana,” ujarnya, Kamis (29/8).

Ia mengatakan masih melakukan pemantauan dibantu oleh sebuah LSM lingkungan yang sudah berada di lokasi tersebut. “Tim masih memantau terus, saya harap masyarakat jangan anarkis,” katanya.

Sedangkan, satu kelompok gajah liar lainnya berada di sekitar Kecamatan Cirenti Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Informasi dari warga setempat ada tiga ekor gajah yang berkeliaran di daerah tersebut. Menurut dia, tim BBKSDA sudah menindaklanjuti laporan tersebut dan memeriksa lokasi, namun yang baru teridentifikasi sejauh ini baru dua ekor gajah.

“Jadi ada kelompok kecil ini yang berkeliaran,” ujarnya.

Pada pertengahan Juni 2019, gajah liar dari TNTN juga keluar dari habitatnya dan berkeliaran di kebun masyarakat di Kabupaten Inhu di Kecamatan Peranap dan Kelayang. Tim BBKSDA Riau dibantu WWF saat itu langsung melakukan penghalauan agar satwa bongsor itu masuk lagi ke habitatnya.

Hansen menduga dua kelompok gajah yang kini berkeliaran bisa jadi dari kawanan yang sama. Akibat habitat mereka terganggu karena kebakaran di TNTN, gajah tersebut memilih masuk ke kebun masyarakat untuk mencari makan dan bertahan hidup.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA