Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Arkeolog Ungkap 250 Kerangka Persembahan Dewa di Chimu

Rabu 28 Aug 2019 23:59 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah

Kerangka anak hasil persembahan dewa

Kerangka anak hasil persembahan dewa

Foto: CNN
Kerangka 250 anak itu ada pada masa peradaban Chimu

REPUBLIKA.CO.ID,  LIMA – Para arkeolog menemukan kerangka jenazah sebanyak 250 anak yang dikorbankan pada peradaban Chimu pra Kolombia. Menurut sebuah video dari kantor berita Peru Andina kerangka anak-anak itu berusia 4-12 tahun serta sebanyak 40 prajurit. Diperkirakan anak-anak itu dikorbankan antara 13 dan 15.

Baca Juga

Diketahui peradaban Chimu mendiami Peru utara sebelum ditaklukan bangsa Inca. Bangsa Chimu membangun Chan Chan sebuah kota terbesar di wilayah Amerika Selatan pra Kolombia.  

Dilansir dari CNN pada Rabu (28/8), para arkeolog mengatakan anak-anak itu dipersembahkan untuk para dewa Chimu sebagai upaya untuk mengakhiri bencana alam berupa fenomena El Nino. 

Menurut laporan kantor berita Andina terdapat empat kali pengorbanan massal yang dilakukan antara tahun 1200-1450.  

Tiga di antaranya melibatkan anak-anak dan yang terakhir menggunakan hewan. Penemuan kerangka anak-anak tersebut merupakan penemuan ketiga lainya di Pampa La Cruz sebuah situs arkeologi di Huanchaco La Libertad yang menjadi tujuan wisata di pantai lima.   

“Ini situs terbesar yang menjadi lokasi jenazah anak-anak yang dikorbankan ditemukan,” kata Kepala Arkeolog, Ferenc Castillo. Castillo pun memperkirakan masih ada lebih banyak yang belum ditemukan.  

Para arkeolog menemukan tanda anak-anak itu dibunuh dalam posisi menghadap ke laut, beberapa jenazah ditemukan masih memiliki gigi dan rambut. 

Pada Juni 2018 arkeolog juga menemukan kerangka 56 orang di Pampa La Cruz. Pada tahun yang sama, kerangka anak-anak sebanyak 140 kerangka dan 200 kerangka hewan Ilama ditemukan didekat Huanchaquito.   

Selain membuat Kota Chan Chan, peradaban Chimu juga membangun proyek besar untuk mengairi gurun pasir di pesisir Peru. Sebelum kota Chan Chan jatuh ke tangan pasukan Inca yang dipimpin kaisar Topa Inca Yupanqui pada 1470, bangsa Chimu merupakan masyarakat elite yang kuat dan juga pengrajin dan petani yang terlatih. Andrian Saputra

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA