Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Kementan Dukung Pemberantasan Narkoba Melalui Tanam Jagung

Rabu 28 Aug 2019 21:25 WIB

Red: Gita Amanda

Kementan dan BNN saling bersinergi memberantas penyalahgunaan narkoba.

Kementan dan BNN saling bersinergi memberantas penyalahgunaan narkoba.

Foto: Kementan
Kementan menanam jagung di lahan yang sebelumnya ditanam tanaman terlarang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pertanian (Kementan) selama ini turut aktif dalam program pemberantasan narkoba. Melalui kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), Kementan mempunyai peran mendukung melalui program penanaman jagung.

Kepala Seksi Pemanfaatan Benih, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Endy Fachrial menyatakan program bantuan peningkatan produksi jagung kerja sama dengan BNN telah terealisasi pada minggu lalu tanggal 21 Agustus di Kabupaten Bireun Aceh. Kementan dan BNN saling bersinergi memberantas penyalahgunaan narkoba.

"Jadi salah satu langkah nyatanya dengan melakukan penanaman jagung di lahan yang biasa sebelumnya ditanam tanaman terlarang,” demikian kata Endy di Jakarta, Rabu (28/8), seperti dalam siaran persnya.

Endy menjelaskan program bertajuk Grand Design Alternative Development (GDAD), dimana merupakan lanjutan dari program tahun sebelumnya. Pada dasarnya menurut Endy, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, meningkatkan produksi dan produktivitas jagung di Kabupaten Bireuen serta mengoptimalkan potensi lahan kering untuk pengembangan jagung.

“Kami ingin berkontribusi untuk memberdayakan masyarakat yang sebelumnya menanam tanaman ganja menjadi menanam yang bermanfaat. Dan saya sangat yakin usahatani jagung ini akan lebih menguntungkan. Kita harus bisa mengubah pola pikir masyarakat disana,” lanjut Endy.

Baca Juga

photo
Kementan menanam jagung di area yang sebelumnya ditanami tanaman terlarang.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bireun, Syahrul menyebutkan saat ini telah dilakukan penanaman Jagung Hibrida varietas Bisi-18 seluas 30 hektare di Desa Meunasah Bungo, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen. Dengan adanya bantuan benih dan saprodi dari pemerintah, ditargetkan September ini sudah tanam di 16 kecamatan di Kabupaten Bireuen.

"Untuk bantuannya, kami mendapatkan benih, pupuk NPK dan herbisida,” ujarnya.

Yang lebih menarik lagi, ungkap Syahrul, pemasaran hasil produksi jagung petani nanti akan ditampung oleh PT. JAFPA Comfood Indonesia. Perusahaan ini baru-baru telah menawarkan harga pembelian terendah Rp.4.050 per kg pipilan kering dengan kadar air 17 persen.

"Kalau begini kami sangat terbantu karena hasil dari masyarakat nanti sudah pasti ada yang langsung menampungnya," tegasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA