Rabu, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Rabu, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Gegara Perang Dagang, Harta Orang Terkaya Lenyap Rp200 Triliun

Rabu 28 Agu 2019 11:39 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Gegara Perang Dagang, Harta Orang Terkaya Lenyap Rp200 Triliun. (FOTO: Reuters/Jonathan Ernst)

Gegara Perang Dagang, Harta Orang Terkaya Lenyap Rp200 Triliun. (FOTO: Reuters/Jonathan Ernst)

Dampak perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China meluas.

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Dampak perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China meluas ke berbagai sektor. Salah satunya terdampak pada harta kekayaan 10 orang terkaya di dunia. Jumlah harta mereka lenyap setotal US$14 miliar lebih atau sekitar Rp200 triliun.

Melansir dari Bloomberg (28/8/2019), kerugian finansial terbesar dialami oleh pendiri Amazon, Jeff Bezos. Kekayaannya mencapai US$109 miliar lebih atau sekitar Rp1.553 triliun. Total tersebut sudah termasuk penurunan kekayaan sebesar US$3,35 miliar atau Rp47,7 triliun.

Selain itu, pendiri Microsoft, Bill Gates juga mengalami kerugian sebesar US$1,79 miliar atau sekitar Rp25,5 triliun.

Baca Juga: 1000 Miliarder Baru Akan Lahir di Asia

Para miliarder mengalami penurunan harta secara bersamaan. Pendiri Facebook Mark Zuckerberg dan pendiri Google Larry Page dan Sergey Brin masing-masing kehilangan US$4 miliar lebih atau sekitar Rp57 triliun.

Ada deretan nama lain yang juga lenyap sebagian hartanya, yakni ketua eksekutif Oracle Larry Ellison, investor Amerika Steve Ballmer, CEO perusahaan investasi Berkshire Hathaway Warren Buffett, pendiri Dell Technologies Michael Dell dan filantropis Amerika MacKenzie Bezos.

Penurunan tajam di pasar saham AS terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Donald Trump menulis di Twitter untuk mengumumkan janji balasan tarif impor Cina terhadap barang-barang AS dan memerintahkan perusahaan Amerika pergi dari China.

Baca Juga: Protes Masif di Hong Kong, 10 Orang Terkaya Ini Harus Ikhlas Kehilangan Hartanya

"Sejumlah besar uang yang dihasilkan dan dicuri oleh China dari Amerika Serikat, tahun demi tahun, selama puluhan tahun, akan dan harus BERHENTI. Perusahaan-perusahaan besar Amerika kami dengan ini diperintahkan untuk segera mulai mencari alternatif dari China, termasuk membawa perusahaan Anda PULANG dan membuat produk Anda di AS. Saya akan menanggapi Tarif Cina sore ini. Ini adalah peluang HEBAT bagi Amerika Serikat," tulis Trump di Twitter.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA