Friday, 13 Syawwal 1441 / 05 June 2020

Friday, 13 Syawwal 1441 / 05 June 2020

Rusia Tolak Visa Dua Senator AS

Rabu 28 Aug 2019 07:08 WIB

Rep: Nugroho Habibi/ Red: Ani Nursalikah

Vladimir Putin

Vladimir Putin

Foto: EPA/Alexey Nikolsky
Dua senator tersebut pengkritik Presiden Rusia Vladimir Putin.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Senator Republik dan Demokrat AS mengungkapkan Rusia menolak memberikan izin berkunjung atau visa ke Moskow. Penolakan itu terjadi ditengah ketidaksepakatan negara-negara Eropa memasukkan Rusia ke kelompok tujuh negara maju (G-7).

Senator Republik Ron Johnson mengatakan permintaan visanya telah ditolak, Senin (26/8). Sedangkan, Senator Demokrat Chris Murphy menyebut Rusia menolak memberikan visa sehari setelahnya.

Johnson dan Murphy merupakan anggota Komite Hubungan Luar Negeri Senat yang mengkritik keras Presiden Rusia Vladimir Putin. Johnson mengaku ingin menjalin komunikasi dengan Parlemen Rusia.

Namun, karena penolakan visa tersebut, dia mengatakan, telah mendapat penghinaan dari Rusia. Dia mengecam penolakan tersebut dan menyatakan Rusia tak ingin berdialog dengan AS.

Murphy menilai penolakan itu merupakan wujud pemerintahan Putin yang otoriter. Dia menyebut, penolakan itu hanya akan membuat hubungan AS dan Rusia semakin buruk.

"Sayangnya, pemerintah Rusia semakin mengisolasi negara mereka dengan menghalangi kunjungan kami dan beberapa (senator) lainnya dalam beberapa bulan terakhir," kata Murphy, dilansir CBS News, Selasa (27/8).

Sementara, Kedutaan Rusia di Washington belum memberikan jawaban atas penolakan tersebut. Namun, beredar kabar Johnson belum mengajukan visa untuk berkunjung ke Parlemen Rusia.

Presiden AS Donald Trump mengatakan Rusia pantas masuk dalam kelompok negara-negara industri maju G-7. Dia mendesak agar Rusia kembali diterima untuk bergabung setelah dikeluarkan dari G-8 pada 2014 karena aneksasi Krimea, Ukraina.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA