Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Netanyahu Respons Ancaman Pemimpin Hizbullah

Selasa 27 Aug 2019 18:29 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Ani Nursalikah

Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu.

Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu.

Foto: EPA/Jim Hollander
Mulai hari ini kalian harus berdiri dengan setengah kaki dan tunggu kami.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah tetap tenang dan tak mengambil tindakan ceroboh. Hal itu dia ungkapkan setelah pesawat nirawak (drone) milik militer Israel jatuh di Beirut, Lebanon, akhir pekan lalu.

"Saya mendengar apa yang dikatakan Nasrallah. Saya menyarankan Nasrallah untuk tenang. Dia mengerti betul Israel tahu bagaimana mempertahankan diri dan membalas musuh-musuhnya," kata Netanyahu pada Selasa (27/8).

Nasrallah mengecam serangan pesawat nirawak Israel. Dia menyebut drone yang memasuki daerah Dahieh, Beirut Selatan, bukan jenis yang dapat disewa di kota-kota atau desa-desa di Lebanon untuk keperluan pemotretan acara pernikahan atau pesta. "Ini pesawat militer, setidaknya dua meter panjangnya," kata dia.

Dia mengatakan ada dua drone yang memasuki Dahieh akhir pekan lalu. Menurutnya, pesawat pertama memiliki misi pengintaian karena tidak dilengkapi bahan peledak. Pesawat itu pun terbang rendah di antara gedung-gedung. "Ini berarti sedang mencoba memotret target," katanya.

Warga yang melihat pesawat itu terbang rendah kemudian melemparinya dengan batu hingga jatuh. Tak lama kemudian, drone kedua muncul. "Pesawat kedua tidak mengalami kerusakan teknis dan diledakkan di udara. Tidak. Apa yang terjadi adalah serangan bunuh diri pesawat nirawak terhadap target di Dahieh di Beirut Selatan. Ini adalah deskripsi yang paling akurat berdasarkan fakta," kata Nasrallah.

Dia menilai peristiwa itu sebagai ancaman serius. "Akan sangat berbahaya bagi Lebanon jika kita tetap diam atas pelanggaran ini," ujarnya.

Jika dibiarkan, serangan serupa dapat kembali terjadi. Targetnya bisa beragam, mulai dari bangunan, taman, ladang, bahkan masjid. "Dalam pandangan kami, drone Israel yang memasuki Lebanon tidak lagi hanya melanggar kedaulatan kami. Mereka tidak lagi sekadar menghimpun kecerdasan. Ini sekarang adalah pesawat nirawak bunuh diri yang melakukan operasi pembunuhan dan pengeboman," kata Nasrallah.

Dia memperingatkan Israel bersiap merespons serangan kelompoknya. "Mulai sekarang kita akan menghadapi drone Israel di langit Lebanon. Ketika drone Israel memasuki langit Lebanon, kami akan bertindak menembak jatuh mereka. Saya katakan kepada tentara Israel di perbatasan, mulai hari ini kalian harus berdiri dengan setengah kaki dan tunggu kami," ujar Nasrallah.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA