Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

UGM Luncurkan Sistem Informasi Kunjungan Sekolah

Senin 26 Aug 2019 20:05 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Gita Amanda

 Peluncuran Sistem Informasi Kunjungan Sekolah atau Sikus di Grha  Sabha Pramaban (GSP) UGM, Senin (26/8).

Peluncuran Sistem Informasi Kunjungan Sekolah atau Sikus di Grha Sabha Pramaban (GSP) UGM, Senin (26/8).

Foto: dok. UGM
Peluncuran Sikus merupakan bagian dari usaha peningkatan pelayanan UGM.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Universitas Gadjah Mada (UGM) meluncurkan Sistem Informasi Kunjungan Sekolah. Sistem yang diberi nama Sikus itu diluncurkan di Grha Sabha Pramaban (GSP) UGM.

Sekretaris Rektor UGM, Gugup Kismono, mengatakan peluncuran Sikus merupakan bagian dari usaha peningkatan pelayanan agenda kunjungan sekolah ke UGM. Serta, perubahan pengelolaan dari manual ke daring.

Ia berharap, kehadiran sistem ini membuat pelayanan permohonan kunjungan akan menjadi lebih efektif dan efisien. Sehingga, memudahkan siapa saja yang ingin melakukan kunjungan.

"Sebab, setiap tahunnya ada sekitar 50 ribu siswa yang berkunjung ke UGM untuk mendapatkan informasi secara langsung terkait UGM," kata Gugup, Senin (26/8).

Gugup menekankan, lewat kegiatan kunjungan sekolah ini UGM berusaha memberikan informasi dan gambaran kepada siswa-siswa. Utamanya, terkait prodi-prodi yang sesuai bagi mereka.

Terlebih, saat ini UGM masuk dalam jajaran 320 universitas terbaik di dunia. Sehingga, siswa-siswa yang berminta mendaftar tentu saja datang dari seluruh Indonesia.

"Harapanyam adik-adik SMA ini bisa menjadi orang-orang potensial yang masuk UGM dan jadi bagian komunitas pendidikan terbaik di Indonesia," kata Gugup.

Kepala Seksi Protokol Bagian Humas dan Protokol UGM, Haryanto menyampaikan, UGM memang banyak menerima kunjungan siswa-siswa. Sebagian besar ingin mengetahui lebih jauh soal jalur-jalur masuk.

Jumlah kunjungan terus pula mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Namun, diketahui tidak sedikit sekolah yang ternyata belum mengetahui alur-alur layanan dan jadwal-jadwal kunjungan.

"Sebab, usaha untuk memberikan pelayanan yang cepat dan mudah masih mengalami kendala karena persoalan-persoalan tersebut," ujar Haryanto.

Selain itu, kendala lain karena prosedur layanan yang masih bersifat manual dan terbatasnya jumlah petugas. Karenanya, Sikus diharapkan membuat pelayanan menjadi lebih baik, mudah dan cepat.

"Ke depan Sikus ini tidak hanya akan mengelola kunjungan sekolah saja, tetapi juga mewadahi semua layanan kunjungan tamu ke UGM," kata Haryanto.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA