Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

UIN Suka-JIWA Gelar Lokakarya Literasi Era Milenial

Senin 26 Aug 2019 17:57 WIB

Rep: my27/ Red: Fernan Rahadi

Lokakarya menulis bertajuk 'Gemar Literasi di Era Milenial', di Gedung Rektorat UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Sabtu (24/8).

Lokakarya menulis bertajuk 'Gemar Literasi di Era Milenial', di Gedung Rektorat UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Sabtu (24/8).

Foto: dokpri
Literasi diharapkan mengurangi tingkat penyebaran hoaks di kalangan akademisi.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta bekerja sama dengan Jogja International Writing Academy (JIWA) mengadakan lokakarya menulis bertajuk 'Gemar Literasi di Era Milenial'. Tujuan acara ini adalah untuk menebarkan dan meningkatkan semangat literasi di kalangan generasi milenial.

“Literasi bagi generasi milenial menjadi salah satu tantangan yang wajib dihadapi oleh setiap masyarakat di tengah perkembangan digitalisasi saat ini,” kata Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Sunan Kalijaga Waryono Abdul Ghafur, pada acara yang digelar di Gedung Rektorat UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Sabtu (24/8).

Waryono menceritakan kisah Sahabat Ali yang pernah mengatakan, bahwa ilmu itu bagaikan binatang liar. Karena itu ikatlah ilmu dengan tulisan. 

“Kalau kita ingin abadi, maka kita harus mendokumentasi tulisan dan pikiran kita melalui tulisan. Dengan mempunyai tulisan, kita memberikan kesempatan pada banyak orang untuk memahami ilmu dan pemikiran kita,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya terus menulis hingga saat ini karena terinspirasi dari banyak tokoh Islam ternama seperti Prof Buya Hamka dan Quraish Shihab. Kedua tokoh tersebut hingga saat ini masih terus menulis dan memberi pengaruh kepada banyak orang untuk memahami Islam secara benar.

“Intinya, kekuatan tulisan sangat memengaruhi banyak orang,” kata dia.

Selain itu, melalui literasi diharapkan mengurangi tingkat penyebaran hoaks di kalangan akademisi. Saat pilpres kemarin, masyarakat Indonesia diuji oleh kemajuan teknologi untuk menggunakan teknologi dalam menyebarkan berita hoaks. 

“Salah satu semangat saya untuk menulis adalah saya iri dengan para mufasir yang saat itu alat tulis belum canggih, namun mampu menulis sekitar 20 kitab. Dan hari ini tulisan-tulisan beliau sudah terbaca oleh banyak umat Islam di seluruh dunia. Karena itu, mari kita terus menulis untuk bersama membangun Indonesia dan meningkatkan eksistensi diri kita yang berguna bagi banyak masyarakat," katanya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA