Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

LPDB Dukung UMKM di Bali Naik Kelas

Senin 26 Aug 2019 16:51 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Direktur LPDB, Braman Setyo

Direktur LPDB, Braman Setyo

Foto: LPDB
LPDB dukung UMKM naik kelas lewat pembiayaan yang menggandeng LKNB

REPUBLIKA.CO.ID, BADUNG -- Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB KUMKM) Kementerian Koperasi dan UKM mendukung pelaku usaha perorangan di berbagai daerah di Indonesia naik kelas. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo usai berkunjung ke beberapa end user PT Sarana Bali Ventura, Rabu (21/8).

Dalam kesempatan tersebut Braman mengatakan, dukungan LPDB-KUMKM terhadap pelaku UMKM sangat besar untuk mempercepat akselerasi pembiayaan dana bergulir, salah satunya melalui LKNB seperti PT Sarana Bali Ventura yang sejauh ini memiliki fokus dan komitmen terhadap para pelaku UMKM di Bali.

"Untuk menggerakan roda UMKM di Bali, kami fasilitasi permodalan melalui perusahaan ventura sebesar Rp 2 miliar," ungkap Braman.

Baca Juga

Kunjungan yang dilakukan Direktur Utama LPDB-KUMKM kepada end user yang mendapatkan dana bergulir di Provinsi Bali ini merupakan monitoring pemanfaatan dana bergulir oleh end user, salah satunya adalah bisnis kopi "Sari Bagus Coffee" di Banjar Selat Anyar, Desa Selat, Kecamatan Abiansemal Badung, Bali. Usaha milik Made Metriana ini mendapatkan bantuan permodalan dana bergulir melalui PT Sarana Bali Ventura sebesar Rp 75 juta.

Bantuan permodalan tersebut memberikan optimisme terhadap perkembangan usaha kopi miliknya di tengah kesulitan mendapat akses permodalan dikarenakan biji kopi yang didapat dari petani memerlukan pembayaran di muka.

Kini dengan modal yang didapat, wanita yang menjalankan usaha bersama suaminya tersebut berencana membeli mesin roasting coffee yang akan ia akan gunakan untuk melayani turis yang datang untuk sekadar minum kopi.

Kisah lain juga disampaikan I Wayan Sudirta, pemilik usaha ternak babi "Bintang Pig Farm" di Banjar Dirgahayu Gerih, Abian Semal Badung, Bali. Wayan mengatakan bisnisnya yang semakin berkembang membuatnya mengharuskan memperbaharui kandang dan modal pakan. Sejumlah dana dibutuhkan I Wayan Sudirta dan gayung bersambut, lewat PT. Sarana Bali Ventura yang merupakan mitra LPDB-KUMKM, Wayan mendapatkan pinjaman hingga Rp 200 juta.

Wayan mengakui baru menjual hasil ternaknya ke sekitaran Bali. Ia berharap bisa "naik kelas" dengan ekspor keluar daerah seperti peternak lainnya.

LPDB-KUMKM dalam menyalurkan dana bergulir bekerja sama dengan berbagai Lembaga Keuangan Non-Bank (LKNB), salah satunya PT Sarana Bali Ventura. Kerja sama tersebut diharapkan dapat tersalurkan dan terserap oleh para pelaku usaha, yaitu koperasi dan UMKM. Melalui PT. Sarana Bali Ventura, LPDB-KUMKM memfasilitasi permodalan sebesar Rp 2 miliar.

Tercatat, sepanjang 2008 hingga 2019, LPDB-KUMKM telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp 9,3 triliun kepada 3.005 mitra. Sementara pada 2019, target penyaluran LPDB-KUMKM sebesar Rp 1,5 triliun, dengan perincian Rp 525 miliar melalui pola syariah dan sebesar Rp 975 miliar melalui pola konvensional.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA