Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Stapac Dipastikan Absen di IBL 2019/2020

Senin 26 Aug 2019 15:48 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Endro Yuwanto

Stapac Jakarta Juara IBL Pertamax 2018/2019.

Stapac Jakarta Juara IBL Pertamax 2018/2019.

Foto: DOK IBL
Sebagian besar pemain Stapac dipanggil untuk memperkuat timnas basket Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -— Tim Stapac Jakarta dipastikan absen dalam kompetisi basket tertinggi di tanah air, Indonesian Basketball League (IBL) musim 2019/2020. Kepastian tersebut diungkapkan Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah setelah pertemuan rutin IBL dengan perwakilan klub IBL.

Pertemuan itu digelar Senin (26/8) di Jakarta. Pertemuan juga dihadiri sejumlah stake holder bola basket nasional, seperti Ketua PP Perbasi Danny Kosasih, Ketua Badan Tim Nasional Syailendra Bakrie, Manajer Timnas Basket 5x5 putra Fareza Tamrela, Pelatih Kepala Timnas Putra Rajko Toroman, dan Pelatih Timnas basket 3x3 putra Ali Budimansyah.

Kepada media Junas mengatakan, Stapac dipastikan absen untuk IBL musim depan. Dalam pertemuan itu, lanjut dia, IBL sudah menawarkan beberapa solusi agar Stapac tetap bisa mengikuti IBL musim depan. "Solusi yang kami tawarkan untuk mengatasi kekurangan pemain Stapac dengan kembali menggelar draft rookie, klub juga dibolehkan merekrut satu pemain binaan, serta meningkatkan jumlah pemain asing menjadi tiga orang.”

Namun solusi yang ditawarkan ternyata tetap tidak bisa mengubah keputusan Stapac untuk absen dari IBL musim depan. “Tadi juga timnas basket sudah mengungkapkan hanya akan memakai jasa tiga pemain Stapac, sisa pemain yang belum terpilih akan dikembalikan kepada klub, termasuk pemain Stapac. Kami menyayangkan dengan absennya Stapac di musim depan,” jelas Junas.

Dengan absennya Stapac Jakarta, maka juara baru IBL dipastikan akan terjadi musim depan. Karena, Stapac merupakan juara bertahan. "Walau tanpa Stapac kompetisi basket tertinggi di tanah air akan tetap kompetitf. Persaingan akan lebih seru, pasalnya pemain tim besar lebih banyak dipanggil timnas, sehingga tim lainnya akan bisa bersaing. Apalagi jumlah pemain asing akan meningkat,” ujar Junas.

Sementara itu, pemilik Stapac Irawan Haryono atau yang lebih akrab disapa Kimhong memohon maaf kepada para penggemar basket, khususnya Pacman, sebutan untuk fan Stapac, serta kepada pihak sponsor yang sudah mendukung Stapac Jakarta.

“Apa yang diputuskan tidak ada yang harus disalahkan. Kita semua tentu mau mendukung timnas agar sukses. Walau tadi ditawarkan sejumlah solusi, namun saya tidak mau mengganggu timnas. Prinsipnya kami tidak mau saat jadi tuan rumah tidak punya tim. Akan bangga jika kejuaraan dunia digelar di Indonesia, kita memiliki timnas yang bertanding dan berprestasi,” jelas Kimhong.

Permasalahan Stapac Jakarta, lanjut Kimhong, berbeda dengan tim lainnya. Kebetulan di saat yang bersamaan ada enam pemain Stapac yang dipanggil timnas, lima untuk basket 5x5 dan satu pemain 3x3. Belum lagi ada empat pemain yang pensiun. "Satu pemain baru operasi kedua lututnya dan satu lagi sekolah ke Spanyol, jadi kami hanya punya satu pemain tersisa, rookie musim lalu,” ujarnya menjelaskan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA