Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Serangan Balik Jadi Penyakit Persib

Senin 26 Aug 2019 14:40 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Endro Yuwanto

Pelatih Persib Robert Rene Alberts

Pelatih Persib Robert Rene Alberts

Foto: Republika/Edi Yusuf
Persib belum mampu mengatasi serangan balik lawan dengan baik.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Persib Bandung kembali mendapat hasil kurang bagus dalam laga kontra Perseru Badak Lampung di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Ahad (25/8). Persib pulang dengan satu poin dari hasil imbang 1-1.

Pelatih Persib Robert Rene Alberts menyatakan, serangan balik masih menjadi penyakit bagi Persib. Menurutnya, Persib belum mampu mengatasi serangan balik lawan dengan baik.

"Untuk sekian kalinya kami kebobolan dari serangan balik. Kami kehilangan bola dari pemain belakang yang seharusnya kami coba hindari," kata Robert di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Senin (26/8).

Robert mengakui sudah paham permainan dari Badak Lampung. Tim asuhan Milan Petrovic itu lebih banyak memanfaatkan serangan balik untuk mencetak gol.

Sayangnya, bukannya mengantisipasi serangan balik, Persib justru kebobolan di menit 11 oleh Hariyanto dari serangan balik. Robert mengakui, tim bermain buruk di babak pertama.

"Di babak kedua pemain tampil lebih baik, kami banyak menyerang dari sayap, tapi satu gol saja tidak cukup karena seharusnya bisa mencetak 3-4 gol. Situasi itu terjadi karena ketidakseimbangan di tim," kata Robert.

Persib memang menggunakan false nine karena sang eksekutor, Ezechiel N'Duoassel, absen akibat akumulasi kartu kuning. Meski Ghozali Siregar berhasil mencetak gol, Robert mengaku kurang puas karena tidak bisa memenangkan pertandingan. "Secara keseluruhan tim pantas untuk menang kemarin," kata dia menegaskan.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA