Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

PBNU Nilai Pertanian Indonesia Semakin Maju

Senin 26 Aug 2019 14:07 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Buruh tani menunjukkan kacang tanah usai panen di areal persawahan Desa Harjosari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kamis (20/6/2019).

Buruh tani menunjukkan kacang tanah usai panen di areal persawahan Desa Harjosari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kamis (20/6/2019).

Foto: Antara/Oky Lukmansyah
Satgas Pangan Mabes Polri membongkar sebanyak 373 kasus pangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Ekonomi, Umar Syah mengapresiasi upaya mekanisasi dan modernisasi yang dilakukan kementerian pertanian (Kementan). Dia menilai Kementan sukses mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai negara agraris yang kaya akan sumber daya alamnya.

"Dibandingkan dulu, pertanian selama 5 tahun ini saya kira sudah menunjukan kebangkitan yang sangat luar biasa. Inilah saatnya kita semua memberi apresiasi setinggi-tingginya," katanya, Senin (26/8).

Dia memuji peranan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Menurutnya, Amran merupakan sosok yang suka kerja dan berani dalam mengambil keputusan-keputusan strategis.

Berdasarkan hasil penindakan Satgas Pangan Mabes Polri, diketahui sebanyak 373 kasus pangan berhasil dibongkar. Jumlah kasus yang dibongkar meliputi 21 kasus komoditas hortikultura, 12 kasus pupuk, 66 kasus beras, 23 kasus ternak dan 247 kasus pangan lainnya. Dari semua kasus itu, sebanyak 409 orang diantaranya telah ditetapkan tersangka.

Umar mengatakan, kerja keras Kementan dalam membongkar mafia pangan wajib menjadi pertimbangan Presiden Jokowi untuk memilih sosok menteri. Dia meminta Jokowi memilih menteri yang suka bekerja.



BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA