Rabu, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 Januari 2020

Rabu, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 Januari 2020

Jemur Kasur Bisa Jadi Solusi Alergi Tungau Debu?

Senin 26 Agu 2019 13:16 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Membersihkan kasur.

Membersihkan kasur.

Foto: Health
Orang mengira menjemur kasur, bantal, dan karpet dapat membunuh tungau debu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tungau debu rumah merupakan salah satu pemicu utama alergi. Gejala alergi muncul lantaran dipicu oleh protein yang terdapat di dalam kotoran, sekresi, maupun bagian tubuh tungau debu rumah.

Orang yang alergi terhadap tungau debu rumah akan disarankan untuk menjauhi pencetus alerginya. Sayangnya, hal ini tak mudah dilakukan mengingat tungau debu dapat hidup di kasur, bantal, alas tidur, perabotan rumah, karpet, hingga baju.

Banyak orang yang pada akhirnya memutuskan menjemur barang-barang mereka dengan harapan paparan sinar matahari dapat membunuh tungau debu. Dengan begitu, risiko terjadinya alergi diharapkan tidak terjadi.

Peneliti alergi dari University of Sydney Euan Tovey mengungkapkan bahwa cara tersebut bukan metode yang tepat. Paparan sinar matahari memang bisa membunuh tungau debu. Akan tetapi, paparan sinar matahari tidak akan menghilangkan kotoran, sekresi, maupun bagian tubuh tungau debu yang justru merupakan alergen.

"Anda perlu menjauhi alergennya," tutur Tovey, seperti dilansir ABC.

Cara terbaik untuk menyingkirkan alergen dari tungau debu adalah mencuci barang yang tertempel tungau debu dengan sabun dan air. Mencuci dengan air dan sabun dapat membersihkan hingga 97 persen alergen dari tungau debu yang tertempel pada barang-barang, seperti seprei hingga karpet. Setelah dicuci, jemurlah di bawah paparan sinar matahari.

Tovey juga menyarankan penggunaan bed cover yang dapat dicuci dengan mudah untuk melapisi kasur. Selain itu, Tovey juga lebih merekomendasikan penggunaan kasur yang terbuat dari bulu karena rajutan di bagian cover-nya sangat halus sehingga tungau tidak bisa masuk ke dalam kasur.

Selain itu, Tovey mengingatkan agar pakaian dicuci secara rutin. Penelitian menunjukkan bahwa paparan alergen dari baju pada siang hari cenderung lebih besar dibandingkan paparan alergen dari kasur pada malam hari.

Baju-baju dan kerudung yang tersimpan di dalam lemari bisa menyimpan banyak alergen. Oleh karena itu, sebaiknya cuci dahulu baju hingga kerudung yang sudah lama disimpan sebelum dipakai kembali. Bila tidak, gejala alergi seperti batuk, bersin, maupun mengi bisa saja terjadi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA