Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Kebakaran Hutan Amazon Meluas

Senin 26 Aug 2019 08:40 WIB

Red: Budi Raharjo

Foto yang dikeluarkan Greenpeace Brasil memperlihatkan asap membubung dari api di hutan Amazon di Novo Progresso, negara bagian Para, Brasil, Jumat (23/8).

Foto yang dikeluarkan Greenpeace Brasil memperlihatkan asap membubung dari api di hutan Amazon di Novo Progresso, negara bagian Para, Brasil, Jumat (23/8).

Foto: EPA-EFE/Victor Moriyama/Greenpeace Brasil
Sebanyak 78.383 kebakaran hutan terjadi di Brasil tahun ini.

REPUBLIKA.CO.ID, PORTO VELHO -- Ratusan titik kebakaran baru berkobar di hutan hujan Amazon di Brasil. Beberapa warga di ibu kota, Porto Velho, melihat seperti awan cahaya yang menggantung di arah atas pada Sabtu (24/8).

Cahaya yang dimaksud berasal dari api yang membakar sebagian tanah dan membuat batang pohon membara. "Saya sangat khawatir karena lingkungan dan kesehatan. Saya punya anak perempuan dengan masalah pernapasan dan dia lebih menderita karena kebakaran itu," kata salah seorang warga, Delmara Conceicao Silva.

Pemerintah Presiden Jail Bolsonaro mengerahkan puluhan ribu militer untuk mengatasi kebakaran di hutan Amazon. Pemadaman ini dilakukan usai Brasil menerima protes internasional secara luas.

Enam negara bagian Brasil akan mendapatkan bantuan militer untuk memadamkan api. "Sekitar 44 ribu militer akan tersedia untuk operasi yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Menteri Pertahanan Brasil Fernando Azevedo, seperti dikutip dari Aljazirah, Ahad (25/8).

Negara-negara bagian tersebut, yakni Para, Rondonia, Roraima, Tocantins, Acre, dan Mato Grosso. Azavedo mengatakan, misi pertama militer adalah pengerahan 700 tentara ke daerah di sekitar Porto Velho, ibu kota Rondonia. Pihaknya menggunakan dua pesawat C-130 Hercules yang mempu mengucurkan hingga 12 ribu liter air per satu kali jalan.

Pada Jumat (23/8) sejumlah kebakaran kembali terlihat berkobar di wilayah luas Rondania. Timbul kepulan asap besar ke udara. Dari laporan di atas pesawat, kondisi dan jarak pandang sangat pendek oleh kepulan asap.

Terlihat banyak area yang terbakar di wilayah Rondonia. Beberapa penduduk mengatakan, terdapat seperti awan bercahaya yang menggantung di atas kota berpenduduk setengah juta orang itu.

Operasi militer Brasil ini terjadi setelah kritik internasional meluas terhadap penanganan krisis di negara pemimpin sayap kanan itu. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres dan Presiden Prancis Emmanuel Macron sempat menyampaikan keprihatinan mereka.

Keduanya juga menyerukan komunitas internasional untuk membantu. Sayangnya, seruan tersebut malah dianggap sebagai campur tangan oleh Bolsonaro. Padahal, sebelumnya, Bolsonaro mengatakan, Brasil tidak punya sumber daya melakukan pemadaman api.

Menteri Pertahanan Brasil Azavedo mencatat tawaran Presiden AS Donald Trump di Twitter untuk membantu Brasil memerangi lalapan api. Meskipun, tidak ada kontak lebih lanjut soal itu. "Setiap bantuan disambut sehubungan dengan kebakaran," ujarnya.

Azavedo mengklaim, tanggapan Pemerintah Brasil sangat cepat. "Ini menunjukkan kepedulian pemerintah Bolsonaro tentang masalah ini," kata dia.

photo
Gambar satelit menunjukkan beberapa kebakaran yang membakar di negara bagian Brasil Amazon.


Direktur Eksekutif lembaga think-tank Brasil, Climate Center, Alfredo Sirkis, mendukung keterlibatan militer. Tapi, dia ragu api tersebut bisa dipadamkan. "Terutama, ketika Anda tidak memiliki semua jenis peralatan pemadam kebakaran hutan," ujarnya.

Menurut Sirkis, api akan padam sendiri tergantung pada kondisi cuaca. Pakar lingkungan mengatakan, kebakaran hutan terjadi di tengah meningkatnya deforestasi di wilayah Amazon. Menurut National Institute for Space Research (INPE), di sana, pada Juli lalu terjadi kebakaran dengan laju empat kali lipat dari bulan yang sama pada 2018.

Sebanyak 78.383 kebakaran hutan terjadi di Brasil tahun ini. Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak 2013. Para ahli mengatakan, pembukaan lahan selama musim kemarau selama berbulan-bulan untuk membuat jalan bagi tanaman atau penggembalaan telah memperburuk masalah. Lebih dari setengah kebakaran terjadi di lembah Amazon yang luas, tempat lebih dari 20 juta orang tinggal.

Bolsonaro mematahkan pernyataan INPE. Menurut dia, data yang dikeluarkan INPE merupakan kebohongan.

Kebakaran hutan hujan yang menyumbang 20 persen oksigen dunia itu menggerakkan amarah dunia. Isu ini pun dibawa pada pertemuan pemimpin dunia di KTT G-7 di Prancis. n idealisa masyrafina/fergi nadira/reuters, ed: qommarria rostanti

photo
Seekor capybara mati tergeletak di tepi jalan utama Altamira, Para. Daerah ini terkena efek serius kebakaran hutan Amazon, Ahad (25/8).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA