Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Salim, Hatta, Duterte, Mobil Menteri: 'Leiden Is Lijden'

Senin 26 Agu 2019 04:23 WIB

Red: Muhammad Subarkah

Para pendiri bangsa tengah berapat. Terlihat ada Hatta yang kilmis dan ada juga Agus Salim dan Ahmad SUbarjo yang bejenggot.

Tiga bapak bangsa Syahrir, Sukarno, Moh Hatta.

Foto:
Pendiri bangsa sudah memberi teladan bahwa memimpin berani menderita dan sederhana

Teringat apa yang ditulis Tjahja Gunawan soal mobil ‘kelas Avanza’ menteri di Filipina dan apa yang dikisahkan Mr Moh Roem, maka memang wajar bila publik bertanya mengenai sikap pemerintah soal mobil dinas menteri yang baru nanti. Apa tidak ‘malu’ bahkan tersinggung dengan contoh perilaku pada pemimpin dan pendiri bangsa tercinta ini.

Ingat, selain Salim ada juga tentang teladan yang lain. Ini misalnya kisah Bung Hatta meski jadi wapres tapi harus menabung untuk membeli sepatu merek Bally. Atau juga dengan kepergian hajinya di awal tahun 1950-an dengan memakai uang sendiri. Padahal saat itu Presiden Soekarno telah menyediakan fasilitas negara dengan naik pesawat terbang. Atau juga, sikap Ketua Umum Partai Masyumi, Prawoto, yang harus menisik bajunya yang robek untuk dipakai pergi menghadap Presiden Soekarno di Istana Negara. Semua serba sederhana dan merakyat!



Jelas, publik berhak bertanya seperti berita yang ditulis Republika.co.id, Sabtu lalu (24/8), soal rencana pembelian mobil menteri yang mewah tersebut.  Kala itu Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyatakan tak mempermasalahkan pembelian mobil dinas baru menteri. Menurutnya, pembelian itu wajar saja karena sudah melewati prosedur yang berlaku.

Tjahjo merasa heran soal pembelian mobdin baru yang kini dipersoalkan. Padahal prosedur pembelian lewat tender terbuka sudah dilakukan.



"Yang penting semua prosedur sudah dilalui sesuai mekanisme yang ada baik tender secara terbuka dan penganggaran terbuka disetujui DPR," kata Tjahjo pada wartawan.



Tjahjo menyebut mobil dinas jabatannya saat ini sudah digunakan sejak 2009. Menurutnya, sepanjang 10 tahun pemakaian itu, mobil sering mogok hingga dirinya mesti pindah ke mobil pengawal.



"Mobil dinas Crown yang saya pakai masih bisa jalan dan dipakai walau saya sering turun di jalan pindah ke mobil patwal karena mendadak mogok di jalan dan beaya perbaikan cukup mahal," ujarnya.



Selama ini, biaya perbaikan mobil yang digunakannya ditanggung pada Kemendagri. Tjahjo menekankan selama ini mobil dinasnya hanya digunakan demi kepentingan pekerjaan. Ia merasa penggantian mobil dinas kini tepat dilakukan.

"Lima tahun lalu berita perlu tidak ganti mobil dinas sudah muncul dan Presiden Jokowi memutuskan mobil dinas pejabat negara tidak ganti karena masih layak dipakai," ucapnya.



Nah, atas soal ini rakyat pun berhak bertanya mengapa di Filipina bisa memakai mobil sederhana ‘Avanza’ yang harganya sekitar Rp 200 juta, dari pada memilih memakai mobil mewah yang harganya lebih dari Rp 1,3 Milyar itu?

Melihat ini semua lamunan saya terbayang pada sosok wajah H Agus Salim, Kasman, dan Moh Roem yang terkesan melengos meski sembari tersenyum.

Apa ini mati ketawa cara Indonesia model baru? Atau mungkin karena terus tersanjung lagu 'Kolam Susu'-nya Koes Plus di mana Indonesia makmur dan subur layaknya kepengin surga yang jatuh ke bumi. Padahal semenjak tahun 1990-an, Presiden Penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bachri sudah menulis puisi bila negeri ini 'Tanah Air, Air Mata'.

Ataukah kini sedang ada suasana minum massal paracetamol banyak-banyak. Tujuannya apa? Ya tujuannya melupakan pusing dan kesulitan hidup. Rakyat Indonesia sadar sekali Duterte itu Presiden Filipina, jadi tak mungkin bisa mengimpornya kayak rektor asing itu. Isu mobil baru menteri kini pun makin relevan ketika Ahad pagi ada seseorang paman di Tangerang menggendong jenazah kemenekannya karena tak bisa mendapat gunakan mobil ambulans.

Dengan demikian soal 'mobil negara' ternyata tak main-main. Ini karena bisa menjadi cermin keteladanan pemimpin Pancasialis sejati. Kini apakah sosok menteri yang sejatinya merupakan pelayanan rakyat yang sederhana benar hadir secara nyata dan tak hanya ada dalam komik? Entahlah.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA