Sunday, 16 Muharram 1441 / 15 September 2019

Sunday, 16 Muharram 1441 / 15 September 2019

Bank BJB akan Luncurkan QR

Ahad 25 Aug 2019 12:28 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Gita Amanda

Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi menyampaikan pemaparan saat Media Gathering, di Bali, Sabtu (24/8).

Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi menyampaikan pemaparan saat Media Gathering, di Bali, Sabtu (24/8).

Foto: Republika/Edi Yusuf
Bank BJB akan terus fokus mengembangkan dan memperkuat layanan perbankan digital.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk (Bank BJB) akan meluncurkan sistem pembayaran berbasis Quick Response (QR) Code. Menurut Direktur Utama (Dirut) Bank BJB, Yuddy Renaldi, soft launching akan dilakukan di kawasan Braga, Bandung pada 31 Agustus.

Yuddy mengatakan, QR code BJB telah sesuai dengan QR Code Indonesian Standard (QRIS) yang baru saja diluncurkan Bank Indonesia (BI) pada 17 Agustus. 

"Sebelumnya kami sudah melakukan uji coba QR Code di lingkungan internal Bank BJB dan berjalan mulus," ujar Yuddy kepada wartawan di acara Media Gathering Bank BJB di Seminyak, Bali, Sabtu (24/8) lalu.

Bank BJB, kata dia, saat ini sudah mengantongi izin dari BI untuk memberikan layanan QR code bagi masyarakat. QR Code BJB tersebut, akan terkoneksi dengan BJB Digi, aplikasi mobile banking dari Bank BJB. 

Yuddy menjelaskan, layanan QR code merupakan salah satu strategi Bank BJB untuk memperkuat layanan digital. Upaya tersebut menjadi strategi Bank BJB untuk mendongkrak rasio dana murah (Curent Account Saving Account/CASA).

"CASA ratio Bank BJB masih di bawah 50 persen. Kami menargetkan, dengan digitalisasi, CASA Bank BJB bisa naik menjadi 52 persen," katanya.

Bank BJB sendiri, kata dia, sudah menganggarkan belanja modal sebesar Rp 800 miliar untuk mengembangkan layanan digital. Dana tersebut akan diinvestasikan untuk peningkatan infrastruktur TI Bank BJB .

Sementara menurut Direktur IT, Treasury, dan International Banking Bank BJB, Rio Lanasier, pengembangan TI merupakan strategi Bank BJB dalam mendongkrak pendapatan berbasis komisi (fee based income) serta meningkatkan efisiensi operasional. Berdasarkan sebuah study, digitalisasi akan meningkatkan efisiensi operasional hingga 70 persen.

Seiring dengan pergeseran kehidupan ke arah digital, kata dia, industri perbankan pun dituntut untuk terus melakukan inovasi untuk merespon kebutuhan konsumen. "Mereka yang lamban mengadaptasi perubahan, akan tergilas," kata Rio.

Oleh karena itu, menurut Rio, Bank BJB terus melakukan langkah perbaikan guna mencapai pertumbuhan berkualitas dan berkelanjutan. Ia mengatakan, Bank BJB akan terus fokus mengembangkan dan memperkuat layanan perbankan digital.

Untuk pengembangan jangka pendek, kata dia, Bank BJB akan melakukan akselerasi produk dan layanan elektronik serta digital banking. Termasuk, di antaranya pengembangan e-money server based untuk transaksi menggunakan QR code.

Bank BJB juga, kata dia, akan melakukan perluasan fitur dari mobile banking Bank BJB, termasuk BJB Digi yang lebih user friendly. Selain itu juga akan melakukan  integrasi bisnis digital dengan perusahaan fintech, termasuk e-commerce dan self-service banking machine atau e-kiosk dan informasi melalui chat bot. 

Sedangkan untuk pengembangan jangka panjang, kata dia, Bank BJB akan mengoptimalkan kolaborasi dengan Pemerintah Daerah dalam bentuk elektronifikasi layanan pengelolaan keuangan daerah. Beberapa diantaranya adalah digitalisasi layanan publik dan pemerintah serta mendukung Program Smart City. 

Optimalisasi kolaborasi tersebut, kata dia, dilakukan di tengah berjalannya beberapa program kolaborasi dengan Pemerintah Daerah yang saat ini telah berlangsung. Layanan-layanan tersebut antara lain adalah PBB-P2, E-Samsat, T-Samsat, Samsat J'bret, Sambat, IBC dan KKP. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA